Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
Nama Craig David memang lebih dikenal sebagai musisi R&B. Beberapa single yang hit di antaranya Unbelievable dan Walking Away. David pernah datang konser ke Jakarta pada medio awal milenium, dan mengingatnya sebagai kenangan yang indah.
Belakangan, David pun tampil dengan proyek barunya, yang mengombinasikan semua bakat musikalitasnya. Mulai dari menyanyi, menjadi disjoki, dan kadang bermain dengan format band.
Seperti ketika semalam tampil di Mola Chill Fridays, David tampil dalam format TS5 dan lincah bergonta-ganti menjadi vokalis, juga mengatur tempo di balik turntable. Selama hampir satu jam, peraih Best R&B MTV EMA ini memutar ‘selekta’ termasuk lagu-lagu populer dari beberapa musisi.
“Sejak Born to Do It, yang mana itu dibuat pada tahun 2000 dan aku masih berusia 16 tahun, aku mengarungi perjalanan yang menakjubkan. Tapi, aku merasa saat ini diriku masih seperti anak kecil itu. Yang kagum melihat berbagai peralatan musik canggih, ke studio untuk merekam lagu, set DJ,” kata David, seusai tampil di Mola Chill Fridays, Jumat malam, (10/9).
“Ya, aku masih sama dengan anak kecil itu. Cuma dengan pengalaman yang sudah bertambah. Jadi merasa nyaman dengan kemampuanku sekarang untuk tampil di panggung, tahu mau ngapain aja,” tambahnya.
Berbicara tentang anak-anak, David juga masih kerap membawa cokelat batangan ke studio. Cokelat adalah yang membuatnya nyaman baik saat rekaman atau latihan. Menurutnya, semua orang sebenarnya punya jiwa anak-anak, “hanya saja kita berpura-pura menjadi dewasa,” katanya.
David yang kini sudah mengoleksi empat album utuh pun mengatakan salah satu festival yang paling berkesan buatnya adalah Glastonbury. Ia sempat tampil di panggung utama pada 2017.
“Ya, aku bersyukur mendapat tawaran banyak festival. Tapi tampil di panggung utama Glastonbury itu semacam puncak karierku. Aku membawakan beberapa laguku dan banyak orang datang menonton berbagai jenis musik, dan mereka menikmati penampilanku.” (M-4)
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved