Kamis 12 Agustus 2021, 09:30 WIB

Phubbing Terkait dengan Kesehatan Mental

Nike Amelia Sari | Weekend
Phubbing Terkait dengan Kesehatan Mental

Daria Nepriakhina/ Unsplash
Phubbing adalah sikap menggunakan ponsel berlebihan sehingga mengacuhkan lawan bicara.

 

STUDI menemukan adanya hubungan antara phubbing dan masalah kesehatan mental. Phubbing berasal dari singkatan phone dan snubbing, adalah sikap menggunakan posel berlehihan sehingga mengabaikan atau mengacuhkan lawan bicara.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa "phubber" (orang yang melakukan phubbing) mengabaikan cenderung memiliki masalah kesehatan mental tertentu. Studi yang telah diterbitkan dalam jurnal Behavior & Information Technology ini menunjukkan orang yang cemas secara sosial mungkin lebih memilih interaksi sosial daring dibandingkan komunikasi tatap muka. 

"Saya mengamati bahwa begitu banyak orang menggunakan ponsel mereka saat mereka duduk bersama teman-teman mereka di kafe, kapan pun waktu makan, terlepas dari jenis hubungan mereka," kata Juhyung Sun, pemimpin studi itu, seperti dikutip dari dailymail.co.uk, Selasa (10/8).

"Orang-orang sangat sensitif terhadap notifikasi di ponsel mereka. Dengan setiap suara, kita secara sadar atau tidak sadar melihat ponsel kita," lanjutnya.

Dalam penelitian ini, para peneliti merekrut 472 mahasiswa sarjana dengan usia rata-rata 19 tahun. Peserta studi diminta untuk menunjukkan durasi dan pola penggunaan penggunaan ponsel setiap hari mulai dari kurang dari 10 menit hingga lebih dari lima jam dan aktivitas berponsel yang paling sering dilakukan, seperti mengirim pesan teks, menelepon, bermain game, atau mengambil foto.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka yang memiliki tingkat depresi, kecemasan sosial, dan neurotisisme yang lebih tinggi, secara signifikan terkait dengan phubbing dalam pertemanan.

Kecemasan dan depresi dapat muncul akibat aktivitas seseorang yang melakukan phubbing dalam perkumpulan pertemanan sehingga berdampak lebih rendah terhadap tingkat kepuasan dalam pertemanan. Seseorang yang melakukan phubbing akan dijauhi sehingga mengurangi hubungan dekat dalam pertemanan mereka. Kondisi ini menyebabkan timbulnya rasa khawatir, cemas, hingga depresi pada orang tersebut.

"Dalam percakapan tatap muka, orang-orang dengan tingkat keramahan yang tinggi menganggap perilaku phubbing tersebut kasar dan tidak sopan kepada teman percakapan mereka," pungkas Sun. (M-1)

Baca Juga

Dok. Idgitaf

Cerita di Balik Tribute Idgitaf untuk Kasur Tidurnya

👤Fathurrozak 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 09:00 WIB
Kasur Tidur jadi salah satu judul trek pada mini album petdana Idgitaf yang baru...
Dok. Penerbit Samudra Biru

Jatuh Bangun Perjuangan Ibu Tunggal

👤M-2 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 07:50 WIB
Menjadi orang tua bukan tugas yang mudah. Terlebih jika peran itu harus dilakukan seorang diri. Perjuangan dan pengorbanan tanpa batas...
MI/ Gana Buana

Reza Rahadian hingga Jerome Polin Digandeng Uniqlo untuk Koleksi Terbaru

👤Gana Buana 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 07:35 WIB
Sophia Latjuba dan sang anak, Eva Celia, juga didapuk Uniqlo untuk merepresentasikan koleksi musim semi/panas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya