Senin 18 Januari 2021, 16:35 WIB

Perusahaan Eropa Siap Genjot Produksi Makanan dari Ulat Kuning

Deden Muhammad Rojani | Weekend
Perusahaan Eropa Siap Genjot Produksi Makanan dari Ulat Kuning

Unsplash/ Bill Craighead
(Ilustrasi) Badan Keamanan Pangan Uni Eropa menyatakan ulat kuning aman dikonsumsi manusia.

PERUSAHAAN-PERUSAHAAN makanan berbasis serangga, khususnya ulat kuning, di Eropa kini bersiap menggenjot produksinya. Hal itu setelah Badan Keamanan Pangan Uni Eropa (EFSA) menyatakan ulat kuning aman dikonsumsi manusia. 

Dilansir dari Dilansir dari The Guardian, Jumat (15/1), pengumuman EFSA itu didasarkan uji yang dilakukan atas permohonan yang diajukan oleh Agronutris, perusahaan asal Prancis yang terdepan dalam sektor produksi pangan berbasis serangga. Hasil studi EFSA selanjutnya diharapkan dapat menjadi dasar untuk mendapatkan persetujuan lebih luas dari negara-negara UE untuk izin pemasaran produk itu di swalayan-swalayan di benua tersebut. 

Ermolaos Ververis, petugas ilmiah di EFSA mengatakan, penilaian risiko itu akan membuka jalan untuk persetujuan di seluruh negara Uni Eropa. "Evaluasi risiko kami adalah langkah yang menentukan dan perlu dalam regulasi makanan baru dengan mendukung pembuat kebijakan di UE dalam membuat keputusan berbasis sains dan memastikan keamanan konsumen," katanya.

UE telah memiliki aturan bahwa makanan yang belum dikonsumsi di dataran itu sebelum 1997, harus mendapat izin dari EFSA yang berkantor di Brussel, Belgia. Atas aturan itu Prancis, Jerman, Italia, dan Spanyol melarang penjualan produk makanan dari serangga. 

Inggris, Belanda, Denmark, dan Finlandia selama ini masih permisif. Namun tanpa adanya persetujuan EFSA, pelarangan makanan berbahan serangga juga bisa diterapkan.

Kini, perusahaan-perusahaan makanan berbasis serangga bisa bernafas lega. Mereka pun dikabarkan siap menggenjot produksi.    

Kandungan utama serangga yang disebut juga ulat Hong Kong itu adalah protein, lemak, dan serat. Selain itu mereka dianggap ramah lingkungan karena proses produksinya rendah emisi. Saat dikeringkan, serangga yang mirip belatung ini dikatakan sangat mirip dengan kacang. Sebagai makanan, ulat kuning diproses dalam bentuk bubuk maupun diolah menjadi camilai, hingga burger dan pasta. 

Meski telah dinyatakan aman, makanan berbahan dasar serangga yang merupakan larva dari Tenebrio molitor itu tidak disarankan untuk semua orang. Orang yang alergi udang dan tungau, kemungkinan besar akan mengalami reaksi alergi, baik dimakan dalam bentuk bubuk sebagai bagian dari resep, camilan renyah, ataupun dicelupkan ke dalam cokelat. (M-1)

Baca Juga

AFP/Charly Triballeu

Nomadland Kawinkan Titel Film dan Sutradara Terbaik Golden Globe

👤Fathurrozak 🕔Senin 01 Maret 2021, 11:27 WIB
Chloe Zhao menjadi perempuan kedua yang meraih penghargaan sutradara terbaik untuk film lepas/panjang sepanjang sejarah perhelatan Golden...
The Crown/Netflix

'Pangeran Charles' Raih Aktor Serial TV Terbaik

👤Galih Agus Saputra 🕔Senin 01 Maret 2021, 11:11 WIB
Ia mendedikasikan penghargaannya untuk mengingatkan publik tentang urgensi kesehatan...
Netflix

Checkmate! Queen's Gambit jadi Limited Series Terbaik Golden Globe

👤Fathurrozak 🕔Senin 01 Maret 2021, 11:00 WIB
Serial delapan episode Netflix Original ini juga mendapat piala Aktris Terbaik untuk akting Anya Taylor...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya