Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam film The Science of Fictions (Hiruk-Pikuk si Alkisah) yang tengah beredar di bioskop, aktor Gunawan Maryanto berperan sebagai Siman, sang tokoh sentral.
Siman bukan sosok yang tampak lazim. Ia berkostum ala astronot dan bergerak amat pelan bak seseorang yang melangkah di tempat dengan gravitasi rendah.
Hal tersebut ia lakukan lantaran ia memiliki keterbatasan verbal setelah tak sengaja menyonangi suatu peristiwa besar.
Kompleksitas yang melekat dalam karakter utama (Siman) film The Science of Fictions inilah yang membuat Gunawan, akhirnya menerima tawaran Yosep Anggi Noen untuk memerankannya. Film itu sendiri bukan kolaborasi perdana mereka. Sebelumnya, Gunawan juga menjadi pemeran utama dalam karya Anggi, Istirahatlah Kata-Kata, yang mengangkat secuplik kehidupan penyair Widji Thukul.
"Yang menarik dari Siman kan karena ada banyak lapis-lapis emosi ya dari tokoh ini dan itu semacam mungkin mengeras ketika dia punya keterbatasan juga untuk menyuarakan apa yang berlangsung di dalam dirinya, ini yang menurut saya tantangan tersendiri," aku Gunawan dalam konferensi pers pemutaran perdana Film The Science of Fictions, Jumat (12/12) kemarin.
"Ketika Anggi menawarkan karakter ini awal-awal dulu, Siman belum sekompleks ini. Tapi dari sana saya sudah tertantang dengan imaji atas Si Siman ini, aku nyebutnya astronot dari Bantul," imbuhnya.
Menurut Gunawan, memerankan karakter Siman ini cukup membuatnya memutar otak, lantaran ia harus mengoptimalkan bahasa tubuh (nonverbal) untuk menyampaikan pikiran serta emosinya dalam film ketiga besutan Yosep Anggi Noen ini.
"Bahasa verbal itu sendirikan cuma 30 persen dari kemampuan kita berbahasa jadi ketika kemudian dialog verbal itu dihilangkan ya tinggal bagaimana saya kemudian menggenapi yang 70 persen itu jadi utuh sehingga kemudian seluruh pikiran dan emosi Siman bisa tersampaikan," papar Gunawan.
"Secara kebutuhan saya sudah siap untuk memasuki itu dan barangkali itu yang juga dilihat oleh Anggi, kenapa akhirnya dia memilih saya," ujar pentolan Teater Garasi itu menambahi.
Kerja kerasnya menghadirkan karakter Siman akhirnya pun terbayar saat dirinya dinobatkan sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik dalam ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2020.
"Akting itu adalah tentang cara bagaimana berinteraksi, terutama berinteraksi dengan lingkungan, jadi saya sangat berterima kasih dengan lingkungan yang telah dibangun oleh Anggi melalui naskahnya, juga lingkungan yang dihidupkan oleh para aktor-aktor yang lain. Bagi saya itu kemewahan tersendiri bertemu dengan aktor-aktor yang luar biasa," pungkasnya. (M-2)
Lagu Sikilku Iso Muni dibawakan langsung oleh dua aktor utama film Na Willa, yakni Luisa Adreena dan Azamy Syauqi.
The King's Warden sendiri merupakan sebuah drama sejarah atau sageuk yang mengangkat kisah emosional Raja Danjong, raja keenam dari Dinasti Joseon yang penuh dengan intrik politik.
Leo Pictures perkenalkan 10 aktor baru hasil online casting untuk film Jangan Buang Ibu. Simak daftar pemain dan perjalanan sukses Saputra Kori di sini.
Rio Dewanto menegaskan bahwa Pelangi di Mars dirancang agar pesan dan ceritanya dapat dicerna dengan baik oleh anak-anak maupun orang dewasa.
Dalam film Jangan Buang Ibu, Nirina Zubir bertransformasi secara drastis untuk memerankan karakter Ristiana melalui tiga fase usia yang berbeda.
Bagi Reza Rahadian, bergabung dalam jagat sinema Suzzanna merupakan penantian yang cukup panjang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved