Selasa 01 Desember 2020, 11:15 WIB

Ternyata ini lo Kemiripan Lebah dengan Manusia

Irana | Weekend
Ternyata ini lo Kemiripan Lebah dengan Manusia

Unsplash/Dmitry Grigoriev
Lebah madu

Perilaku lebah ternyata punya kemiripan dengam manusia. Kesimpulan itu didapat oeneliti dari University of Illinois yang menggunakan teknik pengambilan gambar dan analisis komputer untuk mengukur interaksi di antara ribuan lebah madu. 

Mereka menemukan bahwa ada perbedaan yang jelas dalam jumlah waktu yang dihabiskan setiap lebah untuk berinteraksi dengan lebah lain selama transfer makanan atau aktivitas lainnya. 

Perbedaan waktu yang dihabiskan setiap lebah madu dengan spesiesnya yang lain ternyata sangat mirip dengan perbedaan yang ditemukan dalam studi tentang perilaku manusia. Meskipun menemukan setiap lebah sedikit berbeda dan berbeda satu sama lain - walau tinggal di satu sarang - mereka tidak berbeda satu sama lain seperti manusia. 

Penulis utama Nigel Goldenfeld dan rekannya mengamati lebah madu di sebuah koloni selama masa hidup mereka - untuk menilai berapa banyak waktu yang mereka habiskan bersama secara individu.

Setiap lebah ditandai dengan kode batang untuk memudahkan pelacakan mereka dan cara mereka berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya. Tim menemukan bahwa sementara beberapa lebah menghabiskan banyak waktu dengan individu lain, yang lain akan berpaling atau berpindah ke hal lain.

 Itu diukur selama berbagi makanan atau interaksi tatap muka lainnya dan tim menemukan bahwa - dalam skala yang lebih kecil - tindakan lebah menyerupai manusia. "Dengan menggunakan ukuran ketidaksetaraan dari ekonomi, kami mengukur perbedaan individu ini pada lebah madu dan manusia," kata Goldenfeld. 

"Kami menunjukkan bahwa lebah memiliki perbedaan individual, tetapi menunjukkan lebih sedikit individualitas daripada manusia,'' tambahnya, menjelaskan hal ini bisa jadi karena perbedaan genetik yang lebih sedikit antara setiap individu lebah dibandingkan antara manusia.

Penelitian ini menunjukkan bagaimana variasi individu dapat menyebabkan pola perilaku universal di berbagai spesies dan mekanisme khusus untuk interaksi sosial. ' Goldenfeld mengatakan durasi setiap interaksi dalam masyarakat - terlepas dari spesiesnya - adalah ukuran fundamental dari sifat kolektifnya. 

Interaksi ini dan berapa lama mereka bertahan dapat mencerminkan variabilitas dalam perilaku individu dalam komunitas yang lebih luas, jelasnya. Ini mengikuti pola 'distribusi ekor berat' - yaitu di mana beberapa lebah menghabiskan banyak waktu bersama dan sebagian besar lebah menghabiskan sangat sedikit waktu bersama. (DailyMail/M-2) 

Baca Juga

Unsplash.com/Jez Timms

Ilmuwan Berhasil Membuat Daging di Laboratorium

👤Galih Agus Saputra 🕔Rabu 20 Januari 2021, 15:00 WIB
Penelitian tersebut dilakukan karena melihat tingginya permintaan daging di pasaran, sementara proses produksi daging di peternakan dirasa...
Unsplash/ Kevin Gent

Ini Bahayanya Pertengkaran Orangtua Saat Bercerai

👤Deden Muhammad Rojani 🕔Rabu 20 Januari 2021, 14:00 WIB
Anak-anak bisa mengalami kesehatan mental hingga berbulan...
Yasin AKGUL / AFP

Ini Alasan Bekerja di Kafe Bikin Kita Lebih Kreatif

👤Putri Rosmalia 🕔Rabu 20 Januari 2021, 13:53 WIB
Keramaian tingkat rendah hingga menengah dapat memacu kreativitas. Ketika bekerja di tengah suasana baru yang terus bergerak, kemampuan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya