Minggu 29 November 2020, 02:50 WIB

Merawat Semangat Kreativitas para Milenial

Deden Muhammad Rojani | Weekend
Merawat Semangat Kreativitas para Milenial

MI/Duta

DIIRINGI lagu Bintang Kecil berirama dangdut koplo, seorang gadis belia terlihat tengah berjoget dengan gaya jenaka di layar TikTok. Namun, ia tidak asal berjoget. Dibawanya beberapa kantong plastik keresek merah, kemudian muncul tulisan ‘simpan kantong plastik’. Tidak lama, tampak dirinya membawa kantong reusable biru disertai tulisan ‘pakai kantong kain’.

Berikutnya, ia bergoyang sembari mengenakan masker hitam dengan pesan yang muncul ‘jangan pakai masker tipis’. Sedetik kemudian, maskernya berganti putih. ‘Pakai masker yang tebal’, begitu tulisnya.

Nanda Agustina Zainussaliha, si empunya video TikTok tersebut, mengungkapkan bahwa konten TikTok yang ia buat bertujuan untuk menjelaskan bagaimana cara masyarakat menjaga lingkungan. Dalam keseluruhan videonya, Nanda memperlihatkan barang dan perilaku
apa saja yang patut dilakukan, seperti mematikan lampu jika tidak diperlukan. Karena saat ini tengah berlangsung pandemi covid-19, ia juga menyematkan pesan untuk menggunakan masker yang layak demi menekan penyebaran virus.

Siswi kelas 12 SMA Islam Al-Mukhlishin, Ciseeng, Bogor, itu tidak menyangka konten yang ia garap sendiri untuk kompetisi di Festival Universitas Mercu Buana (UMB) tersebut akan menjadi jawara. Padahal, banyak pesaingnya yang membuat konten dengan berkelompok.

“Awalnya mau ngajak teman, tapi karena waktunya mepet, jadi saya bikin sendiri di rumah. Namun, saya ingin tampil beda. Kalau yang lain seperti hanya menonjolkan musik, dan video transisi, sementara saya ada sedikit humornya," ungkap Nanda di sela puncak festival, Rabu (25/11).

Meraih Juara I untuk kompetisi TikTok kategori SMA, ia mengapresiasi pihak UMB yang tetap berupaya menyelenggarakan festival tahunan tersebut di tengah pandemi covid-19, dan melibatkan para pelajar untuk berkreasi dari rumah.

Panitia Lomba TikTok Festival UMB, Dea Shafa Rabani, mengatakan pihaknya memang bermaksud mengajak peserta untuk membuat konten video kreatif tentang pencegahan covid-19 dan sekaligus gaya hidup green living. Tema itu dipilih untuk mengedukasi para pengguna media sosial agar hidup ramah lingkungan dan ikut mencegah penularan covid-19.

“Konten yang diperagakan peserta dalam video TikTok tersebut yaitu bagaimana pencegahan covid-19, contohnya memakai masker, cuci tangan, ataupun menggunakan handsanitizer. Untuk green living, misalnya, meminimalisasi penggunaan plastik, yaitu kita menunjukkan untuk menggunakan botol minum sendiri, ataupun membuang sampah, misalnya membedakan sampah organik dan nonorganik,” jelas Dea.

Ia menuturkan, sementara untuk penilaiannya, juri melihat dari beberapa kriteria. Yang pertama ialah kesesuaian video dengan tema. Berikutnya, dilihat dari tata cara pengambilan gambar, kemudian unsur keunikan, dan resolusi video.

“Jumlah peserta yang mengirimkan video Tik Tok ada lebih dari 15 video, sementara yang datang ke kampus UMB ada 8 orang dari kategori SMP dan SMA yang sudah ditetapkan menjadi finalis,” imbuhnya.

Di bagian lain, final lomba English Speech juga tidak kalah kompetitif. Penampilan dalam babak final akhirnya dimenangkan oleh M Dzulfikar Dhiaulhaq sebagai juara 1 kategori SMP. Siswa kelas 9 SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik itu memperoleh skor 325. Sementara itu, juara 1 kategori SMA dimenangkan oleh Yehezkiel Moranello, siswa kelas 12 SMA N 22 Jakarta, dengan skor 324.

Dengan bahasa Inggris yang fasih, Yehezkiel berpidato mengenai isu keragaman budaya dan etnik di Indonesia. “Aku memberikan perspektif bahwa keragaman budaya dan etnik justru aset berharga negara. Jangan biarkan kesalahpahaman membuat kita terpecah,” katanya.

Sementara itu, M Dzulfikar Dhiaulhaq dalam pidatonya membahas sukses menjadi teknopreneur di masyarakat era 5.0. Menurutnya, teknopreneur pada era tersebut sudah tidak terikat dengan satu profesi tertentu. Semua profesi pada era masyarakat 5.0 dapat menjadi teknopreneur karena kemajuan teknologi. “Karena dengan kecanggihan teknologi yang terus berkembang, bisnis bisa dilakukan dengan hanya melalui gadget,” tuturnya.

Selain kecanggihan teknologi, Indonesia dengan jumlah penduduknya ialah negara potensial menjadi pasar industri teknologi. “Untuk menjadi teknopreneur, pertama butuh ide segar, kedua mempunyai bakat, dan ketiga ialah belajar tentang komplain,” tutupnya. 


Ke-13

Tahun ini, penyelenggaraan Festival UMB memang sedikit berbeda daritahun-tahun sebelumnya. Tentu saja hal itu sebagai penyesuaian terhadap situasi pandemi yang masih berlangsung. Sebagai contoh, festival kali ini didominasi oleh lomba yang tidak melibatkan banyak orang, apalagi sampai menciptakan kerumunan. Para peserta pun mengikuti kompetisi secara daring.

Saat memberikan sambutan di puncak festival, Rektor UMB Prof Dr Ngadino Surip, MS mengatakan Festival UMB yang tahun ini menginjak kali ke-13 tetap diselenggarakan sebagai komitmen UMB untuk turut mengupayakan peningkatan kualitas generasi muda, terutama lanjutnya, pada kalangan pelajar sekolah menengah pertama dan atas, melalui kegiatan yang mengasah pengetahuan dan menumbuhkan semangat berkompetisi.
 
“Hal tersebut membuktikan UMB konsisten pada program yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelajar. Melalui kegiatan-kegiatan yang kreatif dan memenuhi kebutuhan zamannya. Agar pelajar tetap mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dengan pola kegiatan yang berbeda,” kata Ngadino.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Festival UMB 2020 Riko Noviantoro menjelaskan festival ini merupakan kegiatan tahunan yang digagas Biro Sekretariat Universitas dan Humas UMB. Menurutnya, meski di tengah pandemi, jangkauan festival kali justru dapat lebih luas dengan melibatkan peserta dari beragam provinsi.

“Festival ini melanjutkan Festival UMB yang sebelumnya. Bedanya, karena pandemi, kita bertransformasi dari full offline, menjadi setengah offline dan setengah online,” ujar Riko.

Pada Festival UMB 2020, panitia menggelar delapan lomba untuk kategori SMP dan SMA/K, yaitu free style soccer, TikTok video kreatif, silat betawi, K-Pop, english speech, matematika, sing with star, dan skills & layup tricks. Sesi lomba online diselenggarakan selama babak penyisihan, sementara lomba offl ine digelar setelah keluar 4 peserta terbaik dari tiap-tiap lomba.

Dalam babak penyisihan, peserta mengirimkan video melalui media sosial instagram yang sudah dibuat oleh panitia dengan menyertakan judul dan tagar #Festivalumb13. Saat memasuki proses seleksi, panitia dan juri menilai karya peserta secara visual audio serta memeriksa persyaratan administrasi. Hasil penyeleksian terhadap ratusan video peserta yang masuk sejak tanggal 1 sampai 15 November. Selanjutnya, panitia mengumumkan peserta yang masuk final.

“Jumlah finalis ada 74 dari total 245 peserta. Bagi finalis yang masih di wilayah Jabodetabek diharuskan datang langsung ke UMB, para peserta tersebut tampil secara offline,” ungkap Riko seraya menambahkan kewajiban bagi peserta, pendamping, dan panitia untuk mematuhi protokol kesehatan. Panitia pun telah menyediakan masker, hand sanitizer, pembungkus mik dan face shield untuk para peserta.


Open house

Tidak hanya Festival UMB, pada waktu bersamaan, UMB menggelar Open House yaitu program yang diinisisiasi Direktorat Marketing dalam upaya UMB untuk memperkuat wawasan pelajar melalui kegiatan workshop kreatif dengan para pembicara yang merupakan praktisi pada bidangnya.

“Tentu saja melalui kombinasi program Open Houses dan Festival UMB, diharapkan para pelajar memiliki penguasaan wawasan yang lebih baik. Sekaligus memiliki semangat berkompetisi yang positif melalui perlombaanperlombaan,” jelas Direktur Marketing Irmulansati Tomoharjo.

Dia menambahkan, tahun ini kedua program tersebut tetap dilaksanakan dengan berbagai penyesuaian untuk menjawab tantangan pandemi. “Kegiatan Open House dan Festival UMB ini dilaksanakan bebas biaya. Peserta tidak mengeluarkan biaya pendaftaran. Bahkan  mendapatkan hadiah yang mengagumkan. Mulai full beasiswa 4 tahun, uang pembinaan, bingkisan ekslusif dan sebagainya. Tentu saja semua itu hanya diberikan bagi para juara,” ungkapnya. (M-2)

Baca Juga

Jens Schlueter / AFP

Main Candy Crush Saat Rapat, Politikus Jerman ini Dikecam

👤Adiyanto 🕔Senin 25 Januari 2021, 21:47 WIB
Politisi partai sayap kiri itu mengaku beberapa orang rekannya juga bermain sudoku, catur, atau scrabble di ponsel...
dok.Submission

Submission Lantunkan Mars Pembuka Album Young Offender

👤adiyanto 🕔Senin 25 Januari 2021, 20:09 WIB
Band yang turut meramaikan album ini antara lain, Toilet Sound, Treasure Hiding, Parklife, serta Cliffton J Rompies atau dikenal dengan...
Kiri: Luna; Kanan: Lupo

Pangeran William dan Kate Middleton Diam-Diam Lakukan Adopsi

👤Irana 🕔Senin 25 Januari 2021, 19:35 WIB
Lupo bergabung dengan keluarga Duke dan Duchess of Cambridge sejak 2011, sebelum kemudian meninggal pada November...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya