Minggu 01 November 2020, 00:25 WIB

OSIRIS-REx Berhasil Kumpulkan Bebatuan Bennu

Desi Yasmini | Weekend
OSIRIS-REx Berhasil Kumpulkan Bebatuan Bennu

AFP

BANYAKNYA bebatuan asteroid yang dikumpulkan minggu ini membuat pesawat antariksa NASA penuh. Sebongkah batu yang terlalu besar menutupi penutup di ujung lengan robot yang seharusnya ditutup rapat. Akibatnya, beberapa sampel yang diambil bertebaran di antariksa.

Pesawat ruang angkasa milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), OSIRIS-REx, sejak mendarat di asteroid Bennu, Selasa (20/10), telah mengambil sejumlah sampel bebatuan. Ilmuwan utama misi ini Dante Lauretta, mengatakan seminggu terakhir ini mereka telah mengumpulkan sampel lebih banyak daripada yang diharapkan menjelang kembali ke Bumi. Kotak sampel di ujung lengan robot pesawat antariksa itu masuk dengan kuat ke dalam asteroid dan bebatuan tersedot dan menempel di sekitar penutup wadah.

Misi OSIRIS-REx bertujuan mengumpulkan setidaknya 60 gram material dari asteroid Bennu. Berdasarkan gambar yang diambil dari lengam robotik dan kolektor, anggota tim yakin mereka telah mengambil setidaknya 400 gram material.
 
Tim ahli berusaha keras membawa kotak sampel itu pada kapsul yang akan kembali ke Bumi. Kapsul ini akan menempuh perjalanan jauh untuk kembali ke Bumi. Dalam perjalanan itu, mungkin partikel-partikel itu akan terus terlepas, para ilmuwan ingin meminimalkan kerugian tersebut.
 
OSIRIS-REx diperkirakan meninggalkan Bennu pada Maret 2021 dan akan tiba di Bumi pada September 2023. Sampel akan dijatuhkan dengan parasit dan diperkirakan akan mendarat di Gurun Utah. Para ilmuwan berhadap penelitian bebatuan dari asteroid ini dapat menjelaskan asal-usul Bumi, termasuk bagaimana kehidupan di Bumi dimulai. Misi ini menelan biaya total lebih dari US$800 juta.


Bennu, asteroid gelap

Bennu tergolong asteroid tipe-B yang artinya mengandung bahan karbon beserta berbagai mineralnya. Kandungan karbon Bennu  menciptakan permukaan asteroid yang memantulkan sekitar 4% cahaya yang menghantamnya, dan itu tidak banyak.
 
Bennu mengandung bahan dari tata surya awal dan mungkin mengandung prekursor molekuler untuk kehidupan dan lautan di Bumi. Asteroid ini ialah asteroid karbon yang belum mengalami perubahan drastis yang mengubah komposisi, yang berarti di dalam dan di bawah permukaannya yang lebin gelap dari pekatnya terdapat bahan kimia dan batuan sejak lahirnya tata surya.

Ilmuwan memperkirakan Bennu terbentuk dalam 10 juta tanin pertama dari separuh tata surya kita, atau lebih dari 4,5 miliar tahun yang lalu. Asteroid ini penuh dengan lubang, di dalamnya 20% hingga 40% volumenya merupakan ruang kosong. Karena usianya yang begitu tua, Bennu bisa jadi terbuat dari bahan yang mengandung molekul yang ada saat kehidupan pertama kali terbentuk di Bumi.


Proses pengambilan sampel

Lengan OSIRIS-REx mengambil sampel dengan sistem kerja touch-and-go (TAG). Sistem TAG ini memiliki tantangan sendiri karena pengerjaannya dinavigasi secara mandiri oleh OSIRIS-REx. Beruntung tim peneliti mampu mendaratkan pesawat dengan tepat dan membuat misi pengambilan sampel berlangsung lancar.
 
Mekanisme Akuisisi Sampel TAG (TAG Sample Acquisition Mechanism/TAGSAM) merupakan lengan artikulasi yang digunakan OSIRIS-REx mengumpulkan material, menyentuh tanah asteroid dalam jarak 1 meter dari lokasi target.

OSIRIS-REx bergerak pengan kecepatan sekitar 10 sentimeter (3,9 inci) per detik ke permukaan Bennu. Satu detik setelah mendarat, ia melepaskan nitrogen pada tekanan tinggi yang membuat bebatuan di atas permukaan Bennu terangkat untuk ditangkap.

Setelah itu, OSIRIS-REx pindah ke jarak yang aman. Ia akan mengirim data dan gambar untuk memastikan misi tersebut berjalan dengan lancar. (Sciencedaily/AFP/Rkp/L-2)

 

Baca Juga

Instagram/barliasmara

JFW 2021 Hadirkan Karya Barli Asmara

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 November 2020, 20:00 WIB
Perhelatan Jakarta Fashion Week (JFW) 2021 menghadirkan sesi "Tribute to Barli Asmara" pada penyelenggaraan hari pertama, Kamis...
RODGER BOSCH / AFP

Kerangka Ikan Paus Prasejarah Ditemukan di Thailand

👤Bagus Pradana 🕔Jumat 27 November 2020, 19:15 WIB
Para arkeolog menduga kerangka sepanjang 12 meter ini merupakan milik spesies Paus...
Jenis Rumput Laut ini Rusak Ekosistem Samudera Atlantik

Jenis Rumput Laut ini Rusak Ekosistem Samudera Atlantik

👤Putri Rosmalia 🕔Jumat 27 November 2020, 18:54 WIB
Pertumbuhan sargassum yang masif bukan hanya merusak ekosistem pesisir dan mengusir ikan-ikan dari habitatnya. Kehadirannya juga dinilai...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya