Minggu 29 Desember 2019, 05:50 WIB

Berharap Masuk PON

(Gas/M-1) | Weekend
Berharap Masuk PON

MI/ MOHAMAD IRFAN
PENDIRI Royal Cheer Club Silvia Windy

PENDIRI Royal Cheer Club Silvia Windy melihat minat masyarakat Indonesia terhadap dunia pemandu sorak sebenarnya cukup besar. Hanya olahraga tersebut dinilai memang agak lamban menyebar karena keberadaan pelatih yang kebanyakan di kota besar dan juga kebutuhan peralatan pendukung.

"Sebenarnya orang kalau dikenalkan kemungkinan besar bakal minat dengan cheerleading. Tapi kendalanya, olahraga ini memang butuh biaya dan syarat untuk perlengkapannya juga cukup banyak, seperti matras dan segala macam. Lalu pelatihnya kebanyakan juga dari Jakarta atau kota-kota besar lainnya, jadi sepertinya banyak pihak yang belum bisa mendatangkannya. Karena itulah yang mungkin membuat sedikit lamban penyebarannya," imbuh Silvia yang menjadi anggota timnas pemandu sorak pada 2007-2013.

Lambannya penyebaran pula yang membuat olahraga pemandu sorak masih terganjal untuk bisa dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON).

Untuk dapat di pertandingkan di ajang nasional, persyaratan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) mengharuskan setiap olahraga memiliki perwakilan cabang di minimal 17 daerah. Sementara itu, kebanyakan komunitas atau tim pemandu sorak, dikatakan Silvia, baru marak di kota-kota besar, seperti Jakarta, Semarang, dan Surabaya.

Meski begitu, lanjut Silvia, hal itu tidak menyurutkan semangat para anggota komunitas yang dibimbingnya. Selama ini sudah ada banyak kompetisi bertaraf nasional dan internasional yang dibuka untuk pemandu sorak. Terlebih, cabang tersebut nantinya juga akan dibuka di Olimpiade 2020 yang akan berlangsung di Tokyo, Jepang. Kemudian, pemerintah tetap mendukung adanya timnas cheerleader dan menyertakan mereka ke berbagai kompetisi.

Adapun dunia pemandu sorak di Indonesia, kata Silvia, sebenarnya sudah jauh berkembang sejak pertama kali ia terjun ke dunia tersebut pada 2007. Bahkan, beberapa federasi dunia juga sudah masuk ke Indonesia dan mengajarkan teknik-teknik cheerleading.

Tak hanya bertarung dalam kompetisi, Royal Cheer Club sendiri dewasa ini juga sering membuat kompetisi tingkat nasional dan Asia. Dalam menghelat ajang tersebut, mereka biasanya turut mengundang juri dari tingkat Asia dan internasional, sementara peserta di dalamnya berasal dari berbagai daerah Indonesia dan beberapa negara tetangga. Royal Cheer Club mempunyai peran ganda, ia tidak hanya berdiri sebagai kompetitor dalam kejuaraan, tapi juga komunitas yang sengaja didirikan untuk memperkukuh ekosistem pemandu sorak dalam negeri.

Royal Cheer Club baru-baru ini juga sempat mendapatkan penghargaan. Mereka meraih juara pertama dalam kompetisi pemandu sorak tingkat Asia yang berlangsung di Bali pada 2018. Pada tahun yang sama, mereka juga meraih peringkat kedua dalam kejuaraan nasional (Kejurnas) yang berlangsung di Semarang. (Gas/M-1)

Baca Juga

Unsplash/ Melissa Jeanty

Epidemiolog Terus Ingatkan Pentingnya 3M

👤Putri Rosmalia 🕔Rabu 27 Januari 2021, 13:05 WIB
Meski sederhana, kebiasaan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak terbukti paling efektif  menangkal...
Dok. Netflix film June & Kopi

Kisah Anjing June dan Kopi Sebelum Bermain Film

👤Fathurrozak 🕔Rabu 27 Januari 2021, 11:30 WIB
June dan Kopi menjadi pemeran utama film June & Kopi yang tayang di...
Unsplash.com/Bruce Mars

Ini Sejumlah Manfaat Tidur Siang

👤Deden Muhammad Rojani 🕔Rabu 27 Januari 2021, 10:00 WIB
Manfaat lain dari aktivitas tidur siang secara teratur, yaitu harapan hidup yang lebih lama, perubahan neurodegeneratif, dan mengurangi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya