Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
Bila selama ini warna merah pada kera Jepang betina disangka sebagai tingkat kesuburan, ternyata salah. Warna merah itu menunjukkan status sosial kera tersebut.
Peneliti dari Tim Primate Research Institute Universitas Kyoto dalam penelitan yang diterbitkan dalam Behavioral Ecology dan Sociobiology, menemukan warna merah sebagai status sosial kera tersebut.
Para peneliti memeriksa hormon para kera yang memiliki wajah merah selama musim kawin di musim dingin. Ternyata tidak ada korelasi dengan kesuburan. Warna itu menunjukan status sosial, yakni sesuatu yang sebelumnya hanya ada pada populasi primata jantan.
"Kami terkejut hal ini bertentangan dengan apa yang awalnya kami pikirkan, perubahan warna kulit betina tidak benar-benar menunjukkan masa ovulasi. Warna kulit juga tidak berkorelasi dengan kesuburan," kata Lucie Rigail, salah seorang peneliti, seperti dikutip dari Daily Mail.
Kera betina dengan status sosial lebih tinggi memiliki bagian belakang yang lebih gelap atau lebih merah. Warna ini sebelumnya hanya ada pada kera jantan. Ada banyak bukti bahwa pilihan pasangan, persaingan seksual, dan strategi kawin adalah dinamis.
"Menariknya, betina tidak menunjukkan perubahan perilaku atau warna yang tepat sampai awal kehamilan, menguraikan gambaran yang lebih besar dari sinyal seksual pada spesies ini. Betina nampaknya menyembunyikan ovulasi tetapi memberi sinyal kehamilan," katanya.
Wajah merah pada kera Jepang berfungsi sebagai ornamen untuk menarik pasangan. Ciri serupa ada spesies berbeda dan seringkali menjadi alasan jenis kelamin berbeda dalam penampilan. (M-3)
Baca juga : Ilmuwan Ciptakan Robot Pemetik Selada
Pelayaran jarak jauh ini bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan ujian nyata bagi kesiapan teknis kapal KRI Canopus-936 dalam menghadapi berbagai kondisi laut internasional.
SEBUAH penemuan luar biasa datang dari tim peneliti Rusia yang berhasil menghidupkan kembali tanaman berbunga asal Siberia, Silene stenophylla, dari biji yang telah terkubur 32 ribu tahun.
Ruang lingkup kerja sama antara lain mencakup pelaksanaan penelitian bersama dalam bidang lingkungan hidup dan transisi energi serta program pemagangan bagi mahasiswa Teknik Lingkungan ITY.
Reaksi emosional selama ini kerap dianggap persoalan selera pribadi, dipengaruhi oleh DNA masing-masing individu merespons karya seni.
Para ilmuwan dari Johns Hopkins University, Amerika Serikat, berhasil mendemonstrasikan bahwa kera besar memiliki kapasitas kognitif untuk "bermain pura-pura" (play pretend).
STUDI dari Spanyol melakukan sebuah penelitian untuk mencoba membantu diagnosis penyakit Alzheimer pada usia 50 tahun. Percobaan itu dilakukan dengan melakukan tes darah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved