Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Kendalikan Tiga Penyakit, Cegah Datangnya Stroke

(RO/H-2)
10/4/2019 01:15
Kendalikan Tiga Penyakit, Cegah Datangnya Stroke
Ilustrasi(Thinkstock)

JIKA Anda menderita hipertensi, koleterol tinggi, maupun diabetes, jangan pernah bosan menjalani pengobatan untuk mengendalikan penyakit tersebut. Sebab, bila ketiga penyakit tersebut tidak terkendali, bisa memicu stroke.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Rumah Sakit Evasari Awal Bros Jakarta, dr Ario Perbowo Putra SpPD menjelaskan, stroke merupakan  kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang akibat penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah otak.

"Hipertensi yang disertai diabetes dan kolesterol tinggi ialah kondisi yang paling sering meningkatkan risiko terjadinya penyakit stroke," ujar Ario.

Stroke, lanjut dia, terbagi menjadi tiga. Pertama, stroke iskemik, yaitu yang disebabkan karena bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah. Kedua, stroke hemoragik, yakni disebabkan pecahnya pembuluh darah otak.

Terakhir, stroke ringan atau transient ischemic attack (TIA). TIA disebabkan kekurangan darah pada sistem saraf yang berlangsung singkat, kurang dari 24 jam atau bisa hanya dalam hitungan menit.

“Stroke adalah salah satu critical illness atau penyakit gawat yang harus dilihat dari objective-nya, faktor apa saja yang menyebabkan kritis. Misalnya, seseorang memiliki penyakit dasar, tapi tidak menanggulanginya sedari dini,” imbuh Ario.

Gejala stroke, lanjut dia, ada beberapa macam. Antara lain, sakit kepala atau pusing mendadak, hingga vertigo, hilang keseimbangan tubuh, penglihatan mulai samar atau buram, mati rasa pada salah satu sisi bagian tubuh (wajah/tangan/kaki), bicara tidak jelas, dan pendengaran terganggu.

Terkait dengan pencegahan, Ario menyarankan untuk selalu menjalani gaya hidup sehat. Termasuk menjaga pola makan bergizi seimbang, rutin berolahraga, dan istirahat yang cukup. Yang juga penting, kendalikan penyakit hipertensi, hiperkolesterol, dan diabetes dengan terapi yang benar dan berkesinambungan. (RO/H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya