Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Simak dengan Ragam Manfaat

(M-3)
02/12/2018 00:40
Simak dengan Ragam Manfaat
(DOK PRIBADI)

BAGI kalian, siwak belum terlalu familier. Pasalnya, membersihkan gigi saat ini lebih mudah dengan sikat gigi dan pasta gigi. Tapi sebelum ada keduanya, masyarakat  khususnya di Timur Tengahmenggunakan siwak. Siwak merupakan ranting tanaman Salvadora persica.
Siwak ini termasuk chewing stick yang digunakan sejak 3.500 tahun lo.

Sampai sekarang masuh digunakan membersihkan gigi dan bagian dari agama tertentu (Islam). “Dulu, Rasulullah meminta umatnya membersihkan gigi, dan Rasul mencontohkan dengan menggunakan siwak,” tutur DR Siti Sadiah, Msi, Apt, Dosen Divisi Fisiologi, Dept Anatomi Fisiologi dan Farmakologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB,  dan Peneliti PusatStudi Biofarmaka Tropika LPPM IPB. Menurut ibu Diah, batang siwak berukuran sekitar 20 sentimeter ini digigit-gigit

hingga salah satu ujungnya terurai seperti sikat. Ternyata siwak tidak hanya membersihkan gigi, tapi juga menggandung berbagai zat aktif yang bermanfaat bagi gigi, antara lain fluoride, vitamin C, antimikroba (benzil isotiosianat), sulfur yang bisa mencegah radang gusi, dan tanin. “Tanin menimbulkan kesat pada gigi.

Rasa kesat pada gigi adalah salah satu tanda, gigi sudah bersih,” lanjut bu Diah. Sobat, banyak penelitian yang telah membuktikan manfaat siwak, bila ditelusuri di mesin peramban Google ada sekitar 8.000 penelitian terkait siwak lo.
“Tidak heran, siwak telah disetujui oleh WHO sebagai agen oral hygiene,” lanjut DR Diah.

Manfaat dan Bahaya Menyirih

TAHUKAH sobat, dahulu nenek moyang kita terbiasa menyirih lo. Tidak hanya nenek moyang kita, tapi juga masyarakat secara keseluruhan sudah menyirih berabad-abad lalu. Biasanya daun sirih dan biji pinang menjadi suguhan bagi tamu yang berkunjung. Tidak semata orang dewasa, tapi juga anak-anak juga menyirih.

Saat menyirih, biji pinang dibungkus daun sirih. Tidak hanya pinang, kapur dan tembakau suka dimasukan dalam daun ini. Semua bahan itu lalu dikunyah dan disesap. Rasanya pedas, sepat, dan manis. Biasanya orang yang menyirih, senyumnya akan dihiasi warna merah.
Menurut DR Siti Sadiah Msi Apt, Dosen Divisi Fisiologi, Dept Anatomi Fisiologi dan Farmakologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB, dan Peneliti Pusat Studi Biofarmaka Tropika LPPM IPB, mengunyah daun sirih ini bisa memicu produksi air liur yang banyak mengandung protein dan mineral baik untuk menjaga kekuatan gigi maupun mencegah penyakit gigi lo sobat.

“Air liur itu membantu melembutkan makanan sehingga makanan yang tertelan akan mudah menuju ke kerongkongan dan juga memudahkan kerja sistem pencernaan,” kata Ibu Diah. Sayangnya, penggunaan tembakau bisa memicu kanker mulut lo sobat. Tak mengherankan bila WHO melarang menyirih. Campuran bahan-bahan menyirih ini bersifat karsinogenik atau memicu kanker, seperti kanker mulut, kanker esofagus, kanker tenggorok, laring, dan pipi. (M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya