Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KITA sudah familiar dengan beraneka ragam sate khas Indonesia yang ada hampir di semua daerah, mulai dari sate maranggi, sate madura, hingga sate lilit bali. Jika diperhatikan dengan baik hal mendasar yang menjadi kesamaan dari semua jenis sate tersebut adalah ditusuk baik dengan bambu maupun besi baca. Tidak hanya makanan tradisional saja yang dimasak dengan tusukan. Jajanan ataupun makanan populer kekinian yang sedang digandrungi masyarakat pun kebanyakan menggunakan tusukan, sebut saja sosis bakar, bakso bakar, dan sate taichan semuanya ditusuk dengan bambu yang sederhana.
Dalam sebuah artikel yang dilansir dari The Guardian dijelaskan sebenarnya metode memasak dengan cara ditusuk adalah cara masak yang amat primitif. Metode tersebut sudah dipraktikan manusia-manusia purba saat mereka mulai mengenal api. Mereka menusukan makanannya agar lebih mudah dimasak.
Makanan ditusuk bukan hanya populer di Indonesia, di luar negeri pun masakan yang ditusuk pun populer dan banyak peminatnya. Bahkan di kota-kota modern seperti London, Manchester, hingga New York. Tidak hanya di jajanan pinggir jalan, sejumlah restoran fine dining pun menyajikan makanan-makanan ditusuk.
Misalnya restoran di New York bernama Nonono menyajikan telur rebus yang dibalut dengan bacon lalu ditusuk dan digoreng. Di Manchester ada waffle yang ditusuk bahkan potongan nanas di sana juga dijual dengan tusukan. Aneka makanan ditusuk tersebut tidak hanya populer untuk makanan berbahan daging saja, termasuk bagi para vegetarian. Misalnya jamur ataupun "daging palsu" yang terbuat dari bahan-bahan vegan.
Setidaknya ada sejumlah alasan yang membuat makanan ditusuk dalam artikel The Guardian dijelaskan makanan yang dimasak dengan tusukan memberikan kreatifitas yang lebih bagi para koki untuk melalukan percobaan masakan terutama yang berbasis masakan tradisional. Selain itu, makanan yang ditusuk memudahkan orang untuk memilih makanan yang mau dikonsumsinya, karena setiap porongan masakan ditusuk terpisah dengan lainnya, berbeda dengan makanan yang dinikmai dengan sendok dimana kebanyakan makanan akan bercampur dengan yang lainnya.
Jadi makanan ditusuk membebaskan orang untuk mencicipi sesuai selera. Alasan lainnya mengapa makanan ditusuk semakin populer belakangan ini adalah karena fleksibilitasnya, mulai dari bahan yang mudah dan siap dimasak hingga kepraktisan cara memakannya cocok dengan kebanyakan gaya hidup para millenial. (M-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved