Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
CAMILAN manis satu ini memiliki banyak pengemar. Rasanya ada yang manis, ada yang pekat cenderung pahit. Makanan ringan ini ialah coklat. Terbuat dari biji kakao yang diubah menjadi pasta coklat dan diberi tambahan. Tambahannya bisa berupa gula, susu, ataupun biskuit.
Coklat berasal dari kata Xocoatl' ini berarti air pahit.
Menurut Fadly Rahman, seorang food history yang juga dosen Universitas Padjajaran, coklat memiliki sejarah yang panjang. Bukan sekadar makanan, coklat juga memiliki romantisme, fantasi, dan mitos.
"Para suku Maya dan Aztec menyebut coklat dengan nama Theobroma yang artinya makanan para dewa. Coklat bukan tanaman asli Indonesia maupun Eropa, tetapi tanaman ini berasal dari lembah sungai Arinoco, Amerika Selatan. Kemudian dibawa ke Spanyol lalu disebarkan ke daerah koloninya untuk ditanam, karena tekstur tanah di sana tidak cocok untuk menanam Kakao." jelas Fadly dalam diskusi Serba-Serbi Coklat di Hong Kong Cafe, Gondangdia, Jakarta, Kamis (2/8).
Lalu bagaimana coklat yang berasal dari Amerika Selatan sampai ke Indonesia. Bahkan saat ini Indonesia menjadi empat negara penghasil coklat terbesar di dunia.
"Coklat atau pohon kakao sampai ke Indonesia pada abad ke-16 dibawa oleh Spanyol dari Filipina masuk ke Sulawesi Utara. Filipina sendiri merupakan negara jajahan Spanyol. Setelah masuk pohon kakao dikembang biakkan.mangkanya di Sulawesi itu banyak sekali ditemui pohon kakao," ungkapnya.
Mitos
Di Spanyol, coklat merupakan makanan para raja. Namun cerita kelezatannya terdengar ke para bangsawan dan masyarakat. Coklat saat itu berbentuk minuman yang sudah dicampur dengan bahan lain.
"Pada saat itu para keluarga kerajaan dan bangsawan, serta masyarakat biasa mencampurkan bubuk coklat dengan bahan lainnya seperti gula, susu, agar lebih nikmat," ujar Fadly.
Tidak semata kelezatannya. Sejumlah mitos sekitar coklat pun beredar. Mitos itu mengatakan coklat mampu meningkatkan kesehatan dan romantisme.
"Mitos tentang kesehatan itu berada di tengah-tengah. Tetapi diyakini kalau coklat memiliki zat yang mampu meningkatkan kesehatan, khususnya kesehatan seksual. Namun perlu diteliti ilmuwan di bidangnya lagi," ujarnya.
Romantisme coklat pun berawal dari Putri Maria Theresa dari Spanyol yang menghadiahkan coklat kepada tunangannya. Yakni Raja Louis XIV dari perancis. Coklat itu dikemas secara elegan.
"Hal tersebut karena diyakini coklat mengandung zat Afrodisiak yang mampu merangsang daya seksual," ungkap dosen UNPAD tersebut. (*/M-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved