Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
SIANG itu selepas jam pelajaran usai, anak-anak mulai memasuki sekolah kembali dengan mengendong tas ransel. Ada pula yang membawa kasur, bahkan selimut.
Ruangan kelas rupanya telah disulap menjadi sebuah asrama. Tak hanya deretan kasur dan bantal, peralatan mandi pun sudah mereka persiapkan untuk nginap pada Jumat (9/6) malam di Sekolah High-Scope Indonesia, Cilandak Selatan.
Siswa kelas 4 dan 5 memang sedang mengikuti serangkaian acara seru yang sudah sejak 2004 rutin dilaksanakan setiap tahun. Mau tahu seseru apa? Ikuti Medi terus, ya!
Beragam agama Acara yang dilaksanakan selama dua hari merupakan kegiatan lintas agama yang bertajuk Ramadan, Retreat, Recollection atau 3R dengan tema, Satu bumi banyak agama.
“Sesuai dengan tema, kegiatan keagamaan ini bukan hanya diisi siswa beragama Islam, melainkan diikuti siswa dengan 4 agama lainnya, yakni Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha,” kata Pak Etika Hia, Wakil Kepala Sekolah.
Meskipun diadakan pada Ramadan dengan suasana keislaman yang kental, semua siswa berbeda agama semangat mengikuti kegiatan ini. Mereka sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini dikelasnya, bahkan mereka mampu menghormati dan saling toleransi dalam hal apapun.
“Teman sekelasku memang banyak yang beragama beda, saya harus menghormati itu dengan tidak mengganggunya saat ia beribadah. Kami pun tak pernah bertengkar meskipun berbeda,” kata Ervin, kelas 5.
Pada kegiatan ini tentunya mereka diberi pemahaman lebih mendalam terkait dengan toleransi, seperti ceramah agama dan mempraktikannya langsung dengan beraktivitas bersama teman beragam agama. Seru, kan, sobat?
Sama-Sama Menjaga Lingkungan Sobat, perlu diingat kita tinggal di planet yang sama, bumi. Bumi ialah planet satusatunya yang mempunyai kehidupan manusia.
Suhu yang normal karena tidak terlalu dekat ataupun jauh dari matahari, oksigen yang melimpah, hingga bumi yang mempunyai gaya gravitasi menjadi alasan kita bisa hidup di bumi.
Namun, tahukah kalian bahwa sekarang bumi mengalami beberapa masalah seperti pemanasan global, perubahan struktur tanah, meningkatnya karbon dioksida, lenyapnya hutan, hewan dan tumbuhan serta menumpuknya sampah. Lalu apa yang harus kita lakukan sebagai makhluk yang tinggal di bumi?
“Menjaga bumi menjadi kewajiban kita bersama. Semua orang tak pandang agama, kita harus bersatu saling toleransi untuk menyelamatkan bumi,” kata Ibu Ika Roseliyana dari Bank Sampah Friends of Universe.
Ibu Ika juga hari itu mengadakan gim seru berjudul Memilah Sampah. Para siswa harus memasukkan sampah sesuai dengan petunjuk, yakni organik seperti daun-daunan, anorganik berupa kertas atau botol plastik. Seru lo sobat, rupanya mereka mampu membedakannya.
Ceramah agama Seusai kegiatan selesai, baru mereka mengikuti kegiatan dengan berkumpul sesuai agama masing-masing. Mereka melakukan gim dan aktivitas seru lainnya seperti membuat poster tentang cinta alam lingkungan, yoga ataupun pemberian santunan kepada anak yatim piatu.
Setelah siswa muslim berbuka dan menjalankan salat Isya dan Tarawih berjemaah, siswa lain berdiskusi mengenai hubungan Tuhan dan ciptaan alam yang dipimpin pemimpin agama masing-masing. “Mereka membedah kitab sucinya dengan mengaitkan isu lingkungan sebagai tanggung jawab semua mahluk yang ada dibumi,” kata Pak Etika. (Suryani Wandari/M-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved