Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Bahaya di Balik Clawdbot: Asisten AI Viral yang Bisa Kendalikan Komputer Anda

Thalatie K Yani
28/1/2026 11:18
Bahaya di Balik Clawdbot: Asisten AI Viral yang Bisa Kendalikan Komputer Anda
Ilustrasi(freepik)

SEBUAH asisten AI personal bernama Clawdbot tengah menjadi perbincangan hangat dan viral di Silicon Valley. Di saat banyak agen AI dikritik karena terlalu banyak berjanji namun minim realisasi, Clawdbot justru menuai pujian dari para pengguna awal karena kemampuannya yang nyata. Menariknya lagi, alat berbasis open-source ini sepenuhnya gratis tanpa biaya langganan apa pun.

Namun, di balik kecanggihan dan kemudahan yang ditawarkan, tersimpan risiko keamanan yang patut diwaspadai.

Apa Itu Clawdbot?

Clawdbot adalah agen AI yang berjalan langsung di perangkat Anda. Pengguna dapat menghubungkannya dengan model AI populer seperti Claude atau ChatGPT, serta memberikannya akses ke email, Slack, peramban (browser), hingga kalender.

Berbeda dengan asisten digital biasa, Clawdbot memiliki memori ekstensif untuk mengingat percakapan dan preferensi masa lalu. Dengan akses luas ke sistem komputer dan aplikasi, ia mampu mengambil tindakan proaktif dan mengeksekusi tugas-tugas teknis secara mandiri.

Risiko "Pedas" di Balik Akses Sistem

Sang pencipta Clawdbot, Peter Steinberger, bersikap sangat transparan mengenai potensi bahaya dari temuannya ini. Dalam keterangan di laman Github, ia memperingatkan bahwa memberikan akses penuh kepada agen AI bukanlah perkara sepele.

"Menjalankan agen AI dengan akses shell pada mesin Anda adalah hal yang... pedas," tulis Steinberger.

Clawdbot bukanlah perangkat lunak biasa yang bisa diinstal semudah mengunduh aplikasi Zoom atau Microsoft Word. Pengguna memerlukan kompetensi teknis karena alat ini memiliki kemampuan untuk membaca dan menulis berkas, menjalankan perintah, hingga mengeksekusi skrip di perangkat. Ia bahkan bisa mengontrol peramban untuk melakukan pembelian, memesan hotel, hingga melakukan check-in penerbangan.

Segala hal yang membuat Clawdbot unik dan sangat membantu justru menjadi celah kerentanan bagi penggunanya. Steinberger menegaskan sebuah realitas pahit dalam dunia keamanan siber:

"Tidak ada pengaturan yang 'benar-benar aman'."

Ancaman Nyata bagi Pengguna Awam

Meskipun proses AI yang berjalan langsung di perangkat (on-device) umumnya lebih aman daripada berbasis cloud, akses tingkat sistem yang dimiliki Clawdbot tetap menyimpan risiko besar. Beberapa ancaman yang diidentifikasi meliputi:

  • Prompt Injection: Teknik serangan yang memanipulasi AI agar berperilaku menyimpang.
  • Rekayasa Sosial: Upaya pihak luar mendapatkan akses ke data pribadi melalui celah AI.
  • Kerusakan Perangkat: Risiko AI menulis ulang berkas sistem yang penting sehingga merusak perangkat.
  • Transaksi Tak Terduga: Potensi AI melakukan pembelian yang tidak diinginkan secara otomatis.

Meskipun panduan keamanan tersedia secara gratis di Github, Clawdbot sangat tidak disarankan bagi pengguna awam. Jika istilah teknis seperti config file, sandboxing, localhost, atau reverse proxy terdengar asing bagi Anda, maka menggunakan Clawdbot mungkin merupakan langkah yang terlalu berisiko bagi keamanan digital Anda. (Mashable/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya