Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH objek misterius yang mengorbit Bima Sakti membuat para astronom kebingungan. Apakah ia sebuah galaksi katai yang dipenuhi materi gelap, atau justru gugus bintang padat yang diikat kawanan lubang hitam tersembunyi?
Objek tersebut bernama Ursa Major III/Unions 1 (UMa3/U1), satelit paling redup yang pernah ditemukan di galaksi kita. Ia berada pada jarak lebih dari 30.000 tahun cahaya dari Bumi dan hanya memiliki sekitar 60 bintang yang tampak.
Selama ini, Ursa Major III diduga sebagai galaksi katai gelap. Galaksi kecil dengan rasio massa terhadap cahaya yang tinggi, menandakan keberadaan materi gelap. Namun, penelitian terbaru dari Universitas Bonn, Jerman, menunjukkan kemungkinan lain: objek ini bisa jadi merupakan gugus bintang kompak yang gravitasinya dipertahankan oleh inti berisi lubang hitam dan bintang neutron.
“Gugus bintang gelap terbentuk ketika interaksi gravitasi dengan Bima Sakti selama miliaran tahun melucuti bintang-bintang luarnya,” jelas Hosein Haghi, salah satu penulis studi dari Universitas Bonn.
Akibat interaksi gravitasi berulang tersebut, yang tersisa dari Ursa Major III hanyalah inti padat tak terlihat. Karena inti ini tidak memancarkan cahaya, para astronom sempat mengira ia dipenuhi materi gelap.
Dengan menggabungkan data observasi tentang pergerakan orbit dan komposisi kimia Ursa Major III serta simulasi komputer, tim peneliti mampu merekonstruksi sejarah objek ini. Hasil simulasi menunjukkan kawanan lubang hitam di inti Ursa Major III cukup kuat untuk menjaga bintang-bintang yang tersisa tetap terikat secara gravitasi.
“Penelitian kami menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa objek semacam ini kemungkinan besar hanyalah gugus bintang biasa,” ujar Pavel Kroupa, rekan penulis studi tersebut. “Temuan ini menyelesaikan salah satu misteri besar dalam astrofisika.”
Apakah ia galaksi katai atau gugus bintang, Ursa Major III tetap menjadi petunjuk penting untuk memahami bagaimana Bima Sakti terbentuk dan berkembang. (Space/Z-2)
Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) mengungkap sekitar 300 objek terang yang kemungkinan galaksi kuno terbentuk tak lama setelah Big Bang.
Dengan melatih kecerdasan buatan untuk memahami evolusi ledakan supernova dan menggabungkan wawasan tersebut dengan model fisika besar
Lapisan es di sekitar sebuah bintang muda di galaksi Awan Magellan Besar menyimpan kejutan bagi dunia sains. Molekul-molekul kompleks yang menjadi dasar kehidupan berhasil teridentifikasi
Studi terbaru menggunakan Teleskop James Webb menemukan galaksi-galaksi muda di alam semesta awal bergejolak dan tidak stabil akibat tingginya gas pembentuk bintang.
Studi terbaru mengungkap asal usul 3I/ATLAS mungkin berasal dari perbatasan galaksi Bima Sakti, menjadikannya peninggalan purba.
Astronom ESA menemukan gelombang raksasa di Bima Sakti yang mendorong miliaran bintang.
JWST berhasil memotret awan gas Sagittarius B2. Temuan ini mengungkap keindahan sekaligus misteri mengapa pembentukan bintang di jantung Bima Sakti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved