Jumat 29 Oktober 2021, 15:50 WIB

Sinergikan Tim Lapangan dan Perusahaan dalam Satu Platform

Mediaindonesia.com | Teknologi
Sinergikan Tim Lapangan dan Perusahaan dalam Satu Platform

ANTARA/JESSICA HELENA WUYSANG
Seorang pengusaha warung kelontong.

 

DENGAN populasi lebih dari 268 juta jiwa yang tersebar di 16.000+ pulau, Indonesia merupakan pasar yang sangat menarik bagi industri FMCG (Fast Moving Consumer Goods). Terlepas dari badai pandemi covid-19 yang masih berlangsung, industri FMCG merupakan salah satu sektor yang paling tahan banting karena dapat survive meskipun mengalami berbagai tantangan.

Satu hal menarik dari industri FMCG di Indonesia adalah, dari estimasi 4,5 juta jumlah outlet nasional, hampir 80% nya merupakan tipe tradisional yang di dominasi oleh toko kelontong dan warung. Berbagai toko itu tersebar di kota besar/kecil sehingga perusahaan masih memerlukan banyak bantuan dari tim lapangan (SPG/SPB, Salesman, Merchandiser, Canvasser) untuk memastikan distribusi, ketersediaan, hingga pemajangan, pemesanan, dan penjualan produk di toko.

Baca juga: Pemkot Tasikmalaya Dorong Pelaku Usaha Manfaatkan Platform ...

Masalahnya, masih banyak perusahaan yang menggunakan cara klasik untuk mendokumentasikan proses kerja tim Lapangan. Padahal proses kerja non-digital seperti itu biasanya melibatkan banyak paperwork sehingga meningkatkan resiko human error dan fraud sehingga validasi data menjadi tantangan. Selain itu, prosesnya tergolong lambat sehingga kurang efisien.

“Dalam industri FMCG dan bisnis ritel, speed adalah hal utama. Oleh karena itu kami berkomitmen untuk membantu klien dalam menghasilkan data dengan tingkat validitas tinggi melalui proses yang cepat (real-time) sehingga perusahaan mendapatkan gambaran lebih luas mengenai kondisi yang dihadapi di lapangan saat ini agar action yang dilakukan dapat lebih tepat sasaran,” ujar CEO T-Rec Indonesia, Dagi Hendrawan.

Berawal dari pengalaman saat bekerja di salah satu perusahaan multinational FMCG, Dagi meengaku pernah mengalami kesulitan saat harus me-manage ribuan tim lapangan di seluruh Indonesia. Di situlah tercetus konsep bagaimana mensinergikan tim lapangan dengan back office dalam satu platform. Setelah resign dan melakukan riset dan development selama satu tahun, T-Rec diluncurkan pada November 2015.

T-Rec merupakan singkatan dari Tracking and Recording. Tracking (supervisi) tim lapangan dan Recording (merekam) data-data saat mereka bertugas. Bergerak di ranah SaaS (Software as a Service) dengan aplikasi berbasis Android, T-Rec dirancang sesuai alur kerja dan dinamika FMCG di Indonesia. Dengan proses kerja yang sederhana dan modul-modul yang mudah, aplikasi ini sangat mudah digunakan sesuai kondisi di lapangan.

T-Rec juga dilengkapi dengan teknologi Geo-Location akurat, anti fake-GPS dan fitur Proximity Lock untuk validasi lokasi tim dan pengambilan data. Aplikasi itu menjadi solusi bagi perusahaan FMCG dan pelaku bisnis ritel dalam melaksanakan supervisi aktivitas harian tim lapangan dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas, validitas data dan kecepatan pelaporan.

Untuk melayani kebutuhan klien korporasi akan analisa data yang lebih kompleks dan mendalam, saat ini telah tersedia Advanced Dashboard yang dilengkapi dengan machine learning. Hal ini sejalan dengan arah perkembangan T-Rec sebagai platform penyedia data analyticsyang andal, terkini, dan komprehensif untuk membantu manajemen dalam merumuskan keputusan bisnis.

Hingga Oktober, T-Rec telah melayani ribuan user di 90 kota dan 34 provinsi baik dari perusahaan lokal maupun multinasional, dengan berbagai macam merk dan kategori produk yang tersebar di 800.000 + Outlet seluruh Indonesia. Dengan mulai terkendalinya penanganan pandemi covid-19 dan kembali menggeliatnya sektor FMCG, jumlah User maupun klien yang bergabung diperkirakanakan lebih meningkat dari tahun sebelumnya.

Soal rencana ke depan,CEO T-Rec Indonesia, Dagi Hendrawan mengungkapkan bahwa T-Rec akan terus berbenah dalam melakukan pengembangan, mulai dari penambahan fitur, efisiensi workflow, UI / UX, pembenahan infrastruktur, hingga peningkatan kemampuan dashboard untuk Analisa Big Data melalui teknologi Artificial Intelligence. Selain itu, ia berharap dapat berkolaborasi dengan platform lain seperti HRIS/Payroll, Image Recognition, atau Distributor Management System (DMS), supaya dapat lebih melengkapi solusi yang ditawarkan. (RO/A-1)

Baca Juga

mvcmagazine.com

Hingga Akhir 2022, Apple Targetkan Produksi iPhone 220 Juta Unit

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 16:30 WIB
Apple dilaporkan telah memberi tahu pemasoknya bahwa mereka masih ingin memenuhi target mereka memproduksi iPhone hingga 220 juta...
Dok Huawei Indonesia

KADIN Inisiasi Program Net Zero Hub Dengan Huawei Indonesia

👤Siswantini Suryandari 🕔Kamis 26 Mei 2022, 14:49 WIB
KADIN menargetkan pembangunan ekosistem nol emisi karbon di...
AFP/Philip FONG

Sony akan Tingkatkan Produksi Playstation 5

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 26 Mei 2022, 12:00 WIB
Sebelumnya, PS5, yang sudah dirilis sejak akhir 2020, meski mendapatkan antusias tinggi dari pasar, ternyata mengalami kelangkaan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya