Sabtu 25 September 2021, 18:10 WIB

UMKM Diimbau Daftarkan Karyanya untuk Dapat Perlindungan HAKI

Budi Ernanto | Teknologi
UMKM Diimbau Daftarkan Karyanya untuk Dapat Perlindungan HAKI

DOK IST
Karya cipta UMKM.

 

UPAYA untuk mendaftarkan kekayaan intelektual di dunia UMKM rupanya jarang dilakukan. Padahal ada potensi terjadinya sengketa jika ada sebuah karya yang diakui oleh pihak lain.

Menurut Direktur Kerjasama dan Pemberdayaan Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Daulat Pandapotan Silitonga seringkali pelaku UMKM lebih ingin karyanya dikenal lebih dulu.

"UMKM, kreativitas mereka dengan kekayaan intelektual sebenarnya luar biasa. Tapi, urusan daftarkan merek, nanti aja. Seringnya mereka (UMKM) lupa bahwa ada yang harus dilindungi," kata Daulat dalam diskusi digital daring yang digelar Pandi, Cybertalk, bertajuk Kekayaan Intelektual Produk Digital, Sabtu (25/9).

Pada saat yang sama, Andi Budimansyah, Co-Founder dan Anggota Pandi, mengatakan ada baiknya sebuah karya digital jika tidak ingin diklaim oleh pihak lain, dimatangkan lebih dulu konsepnya.

"Saat punya ide, jangan bilang ke orang lain. Dikhawatirkan nanti domainnya bisa diambil orang lain. Lalu, daftarkan hak kekayaan intelektualnya ke Kemenkumham supaya dapat perlindungan,” kata dia.

Dalam acara tersebut juga dibahas mengenai penyelesaikan sengketa semisal nama merek atau nama domain internet akan terlebih dulu diupayakan di luar pengadilan atau melalui mediasi.

Baca juga: Hak Kekayaan Intelektual di Tanah Air Antara Copyright dan Copyleft

Kemenkumham memiliki Direktorat Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa yang bertugas dalam hal ini juga memberikan bimbingan teknis di bidang penyidikan, pencegahan, dan evaluasi tindak pidana kekayaan intelektual.

"Pada prinsipnya, mengupayakan dulu adanya penyelesaian sengketa di luar pengadilan sehingga kedua belah pihak bisa menyadari apa yang harus dilakukan dan secara damai mereka patuh pada hukum," tutur Daulat.

Sementara Andi, mengatakan bahwa hal serupa juga berlaku khususnya untuk sengketa nama domain. Pandi yang melalui Peraturan Pemerintah No.82 tentang Penyelenggara Sistem dan Transaksi Elektronik (RPP PSTE) berwenang menangani penyelesaian prosedural nama domain.

"Pandi sudah punya hukum acara bagaimana menyelesaikan nama domain, pembuatan hukum acaranya sendiri juga dibantu teman-teman dari Kemenkumham, akademisi dan praktisi. Pandi juga punya panelis-panelis. Nanti panelis yang akan bekerja, menentukan mana yang lebih berhak menggunakan nama domain tersebut," kata Andi.

Menurut dia, dalam hal penggunaan nama domain, seseorang bisa menggunakan nama domain tertentu sebelum digunakan orang lain, dengan syarat tidak merugikan hak orang lain.

"Silahkan Anda ambil selama itu belum diambil orang. Tapi jangan lupa di Undang-Undang ITE ada beberapa poin yang terkait pendaftaran nama domain, salah satunya tidak merugikan hak orang lain, merugikan prinsip
persaingan usaha," ujar Andi.

Pemerintah Indonesia melalui Undang-Undang No.28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta berupaya memberikan perlindungan dan penegakan atas pelanggaran hak cipta termasuk di internet secara perdata atau pidana. (Ant/R-3)

Baca Juga

MI/Dok Indosat Ooredoo

Indosat Ooredoo Luncurkan Inovasi Kesehatan Digital Lewat Aplikasi IMove

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 14:30 WIB
IMove berusaha menjadi cara yang menarik, menyenangkan, dan bermanfaat untuk mengadopsi kebiasaan yang lebih...
Ist

HMD Global Lanjutkan Kerja Sama dengan Blue Bird Group

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 09:45 WIB
HMD Enable Pro akan diimplementasikan Blue Bird Group untuk membantu dalam pendaftaran dan pengelolaan secara sentral di perangkat Android...
Dok Snap Inc

Kerja Sama dengan Google, Snap Inc Hadirkan Quick Tap to Snap di Pixel 6

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 07:15 WIB
Dengan mengetuk bagian belakang ponsel, gerakan cepat dan sederhana ini akan membantu para Snapchatters menangkap momen dengan cepat...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya