Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOMI digital semakin berkembang dan merata di seluruh Indonesia baik di kota kecil, daerah dan perdesaan. Founder Institute of Social Economic Digital (ISED) Sri Adiningsih mengatakan, ekonomi digital masih akan berkembang dengan pesat bahkan mengubah pola masyarakat dalam mencari informasi dan tambahan keahlian.
Terkait hal itu, keamanan data harus diperhatikan karena masih menjadi momok utama yang memprihatinkan. Hasil survei ISED menunjukkan 30% data pribadi pernah disalahgunakan. 48% masyarakat tidak mempercayai memberikan data pribadi kepada media online dan aplikasi.
"Perkembangan teknologi yang begitu cepat telah mengubah pola masyarakat dalam mencari informasi dan tambahan keahlian. Akan tetapi, keamanan data masih menjadi momok utama yang memprihatinkan," kata Sri Adiningsih, Selasa (17/11/2020).
Ia menambahkan, infrastruktur yang lebih merata dan berkualitas dan keamanan digital menjadi isu penting agar perkembangan ekonomi digital memberikan manfaat yang lebih merata di seluruh Indonesia. Apalagi, pandemi telah meningkatkan 37% pengguna baru, mayoritas 56% dari daerah atau perdesaan (nonmetro).
"Di masa pandemi perkembangan fintech, terutama digital payment meningkat. Hasil survei juga menunjukkan 93% responden akan tetap mengggunakan digital pascapandemi. E-commerce, transportasi, dan makanan pada 5 tahun ke depan masih akan tumbuh di atas 20% rata-rata per tahun," katanya.
Direktur Eksekutif ISED Julie Trisnadewani menambahkan, keamanan transaksi digital memang menjadi isu yang sangat penting. "Itu isu yang sangat penting sehingga ISED menggelar acara Ngobral (Ngobrol Digital) selama tiga hari mulai Selasa-Kamis (17-19/11/2020). Ngobrol sekaligus untuk memperingati setahun berdirinya ISED," imbuhnya.
Acara itu akan diikuti sejumlah tokoh seperti Menteri Komunikasi dan Informasi Johnny G Plate, Ketua OJK Wimboh Santoso, founder ISED Sri Adingsih, Dirjen APTIKA Kominfo Semuel A Pangarepan. Temanya adalah Pemerataan Digitalisasi dan Perubahan Perilaku, Pemanfaatan Fintech dan E-Commerce yang Aman, serta Melindungi Jejak Digital & Mengamankan Data Pribadi. "Acara diselenggarakan gratis dan terbuka untuk umum," ujar Julie.
Hadir pula Direktur Proteksi Ekonomi Digital BSSN Arief Setiyawan, pakar, akademisi, hingga pelaku sosial ekonomi dan digital sebagai bentuk partisipasi dan kontribusi dalam mendukung kemajuan proses transformasi digital di Indonesia. (RO/A-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved