Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Kreativitas Digital Berbasis Fenomena Lokal

Rizky Noor Alam
11/11/2017 00:46
Kreativitas Digital Berbasis Fenomena Lokal
(DOK. LINE CREATIVATE)

PERKEMBANGAN dunia digital memang sulit dibendung, tetapi bukan berarti kita hanya menelan mentah-mentah konten digital buatan luar negeri.

Ada beragam cara untuk memperkenalkan budaya lokal dengan memanfaatkan kreativitas digital.

Salah satunya dengan ajang perlombaan antarkreator muda Tanah Air melalui ajang Line Creative 2017 yang digelar beberapa waktu lalu.

Setidaknya ada lima kategori kompetisi yang diperlombakan, yakni gim, utilitas, sampai Line Sticker.

Juara pertama kompetisi Line Sticker, Septia Indah Rosiana, menjelaskan ia baru pertama kali mengikuti kompetisi itu dan tidak pernah menduga akan menjadi juara satu.

"Tema stiker yang saya buat terinspirasi oleh anak-anak di lingkungan tinggal saya yang memang tengil dan nyebelin. Sebenarnya karakter anak-anak Indonesia, ya, anak-anak kampung," jelas Septia, beberapa waktu lalu.

Karakter stiker yang diberi nama Boteng tersebut, lanjut ilustrator freelance itu, dibuat dalam waktu satu hari, di sela-sela kesibukannya yang sambil menyusui bayinya.

"Awalnya memang coba-coba karena background pendidikan saya dari Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Setahun lulus saya bekerja di rumah sakit, tapi merasa itu bukan tempat saya, lalu saya pindah ke home production lalu saya menikah dan sekarang freelance illustrator di rumah," imbuhnya.

Di sisi lain, juara lainnya, Melani Sie, menjelaskan tahun ini adalah kedua kalinya ia mengikuti kompetisi serupa. Tahun lalu ia ikut, tetapi tidak menang.

"Sebelum ikut lomba ini memang saya juga sudah buat sendiri untuk dijual di sticker shop-nya Line," tambah peraih juara dua itu.

Karakter yang diperlombakan Melani cukup unik, yang diberi judul The Power of Emak-Emak. Ia terinspirasi oleh meme-meme perilaku para ibu pengendara motor yang kerap menjadi sorotan publik.

"Kan sering ada foto emak-emak naik motor lalu memberi lampu sein belok kanan tapi malah ke kiri. Jadi inspirasinya dari image emak-emak yang seperti itu. Lalu saya aplikasi karakter emak-emak itu ke stiker-stiker yang biasa dugunakan untuk percakapan sehari-hari," imbuh lulusan Jurusan Desain Komunikasi Visual Universitas Kristen Petra Surabaya tersebut.

Dukung pertumbuhan ekonomi

Kompetisi stiker tersebut sudah yang ketiga kalinya diadakan Line.

Bagi Managing Direktor Line Indonesia Dale Kim, industri kreatif merupakan salah satu pilar yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, dapat menciptakan SDM kompeten, dan berpeluang membuka lapangan pekerjaan baru.

"Ekonomi kreatif merupakan masa depan Indonesia, kami akan terus mendukung dalam mengembangkan dan menyediakan platform kreatif untuk para kreator lokal agar karya-karya mereka dapat dibawa ke tingkat selanjutnya," jelas Dale.

Dalam kesepatan yang sama, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf berpendapat, melalui kompetisi tersebut diharapkan, akan banyak talenta lokal Indonesia yang terinspirasi untuk mengembangkan dan memonestasi karya mereka.

Dengan begitu, lanjut Triawan, para kreator dapat berkontribusi dalam pengembangan poensi diri dan menjadi bagian dari revolusi generasi kreatif Indonesia.

(X-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya