Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
ANDA tentu pernah dihadapkan kepada situasi sulit dan pilihan untuk bertahan atau menyelesaikan suatu hubungan. Profesor Psikologi Samantha Joel meneliti soal ini dan diterbitkan secara rinci di Social Psychology and Personality Science.
Kebanyakan penelitian mengenai putusnya sebuah hubungan bersifat prediktif, dengan menebak akhir dari sebuah hubungan tanpa mengetahui proses pengambilan keputusan tersebut. Dalam penelitiannya, Joel menemukan sejumlah faktor.
Faktor untuk bertahan yang paling banyak dipilih ialah keintiman emosional, investasi, dan rasa tanggung jawab. Faktor untuk mengakhiri yang paling banyak dipilih ialah kepribadian pasangan, hilangnya kepercayaan, dan pengkhianatan. Orang-orang yang sedang dalam hubungan atau pernikahan juga memberikan alasan yang sama mengenai alasan mereka ingin mengakhiri sebuah hubungan.
Tetapi, para peneliti menemukan alasan untuk bertahan yang berbeda. Pasangan yang belum menikah, memberikan alasan bertahan yang lebih positif seperti kepribadian pasangan yang mereka sukai, keintiman emosional, dan kenikmatan hubungan. Adapun, pasangan yang sudah menikah memberikan alasan untuk bertahan yang lebih bersifat paksaan seperti investasi, tanggung jawab keluarga, takut akan ketidakpastian, dan hambatan logistik. (sciencedaily/*/L-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved