Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Mengungkap Rahasia Interaksi Sosial lewat Lalat Buah

Febriana Rizal Ramadhani
19/8/2017 13:30
Mengungkap Rahasia Interaksi Sosial lewat Lalat Buah
()

BARU-BARU ini para ilmuwan mempelajari kebutuhan manusia akan ruang pribadi dari sumber yang mengejutkan, yaitu lalat buah.

Selama ini tidak banyak mekanisme yang dapat menjelaskan mengenai kedekatan hubungan antarmanusia ketika hubungan sosial kita dengan orang lain terlalu dekat atau sudah terlalu jauh. Dalam riset terakhir, para peneliti menemukan itu semua berhubungan dengan hormon dopamin. Hormon ini berfungsi sebagai neurotransmiter yang mengendalikan kesenangan dan penghargaan.

Penemuan itu berimplikasi penting untuk memahami para pengidap autistik, skizofrenia, atau kondisi lain. "Setiap hewan memiliki gelembung sosial dan ruang pribadi yang lebih disukai. Jika kita dapat menghubungkannya dengan hewan lain, termasuk manusia (karena kita semua memiliki neurotransmiter yang serupa), kita mungkin bisa mendapatkan cara baru untuk memahami gangguan-gangguan yang terkait dengan ruang pribadi," kata peneliti Anne Simon dari Fakultas Biologi, Western University.

Hasil penelitian ini dimuat secara rinci dalam Royal Society Journal Biology Letters beberapa hari lalu. Tim peneliti menemukan kadar dopamin yang dapat memengaruhi jarak sosial yang dibutuhkan antarlalat buah.

Ketika neuron melepaskan dopamin dalam jumlah sangat sedikit, lalat buah jantan memberikan jarak lebih panjang atau lebih jauh satu sama lain. Namun, ketika ada lebih banyak dopamin yang dilepaskan, mereka membuat sekat-sekat (menjaga jarak) di antara mereka.

Sementara itu, pada lalat buah betina, jarak sosial mereka meningkat meskipun ada terlalu sedikit atau terlalu banyak hormon dopamin yang dilepaskan. Menurut peneliti, bagi lalat buah betina hormon dopamin tidak banyak berpengaruh terhadap mereka.

Hormon dopamin juga dapat dikaitkan dengan kelainan pada manusia khususnya kesulitan dalam berinteraksi sosial, seperti pada para pengidap skizofrenia dan autisme. Pada penelitian tersebut diketahui hormon dopamin mengatur respon yang diberikan kepada individu lain, dan dari situ pula para peneliti lebih memahami proses otak dalam membuat keputusan. Untuk selanjutnya, para peneliti ingin meneliti lebih dalam mengenai pengaruh pelepasan dopamin terhadap isyarat sosial dan yang terjadi kemudian untuk mengidentifikasi sirkuit yang mengarah pada proses pengambilan keputusan.

Penelitian tentang lalat buah ini telah terbukti bermanfaat dalam memahami perilaku manusia, neurobiologi (ilmu saraf), dan penyakit lain karena kedua spesies tersebut memiliki sejumlah informasi genetik yang sama.

Pada awal bulan ini penemuan lain tentang lalat buah mengungkapkan lalat buah betina lebih mematikan daripada lalat buah jantan. Sebuah studi menemukan lalat buah betina menjadi lebih ganas setelah kawin.

Dalam penelitian tersebut mereka menemukan bahan kimia dalam air mani yang membawa DNA pria ke dalam sel sperma. Bahan kimia berupa protein dalam cairan mani yang ditransfer dari lalat jantan selama hubungan seksual ternyata dapat mengubah perilaku lalat betina, termasuk pola makan dan tidurnya. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan penerimaan sperma dapat meningkatkan agresi lalat betina (tetapi hanya terhadap lalat betina lainnya). (Dailymail/*/L-2/M-3)

[email protected]



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya