Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Komputer Pintar Sekalipun tanpa Internet

Hera Khaerani
08/7/2017 02:46
Komputer Pintar Sekalipun tanpa Internet
(GRAFIS: NOVIN)

SAAT ini, hampir segala hal terkoneksi dengan internet dan cloud. Tak salah bila ada pandangan semua sektor kehidupan manusia terkoneksi internet.

Sayangnya, masih ada tempat di dunia yang tak terhubung internet. Sekalipun ada, koneksinya tidak lancar dan biayanya mahal.

Indonesia termasuk negara yang mengalami kendala koneksi ini.

Hal itu disadari Matt Dalio, CEO dan pendiri Endless Computers.

Ketika usianya 11 tahun, orangtuanya paham wawasan seseorang akan semakin luas apabila semakin banyak melihat dunia sehingga memutuskan mengirimkan Dalio ke Tiongkok.

Pergi ke negara itu tanpa orangtua, Dalio yang beranjak remaja menemukan banyak anak di belahan dunia lain yang tidak seberuntung dirinya.

Tinggal bersama keluarga asli Tiongkok dan bersekolah di sekolah biasa. Ketika usianya 16 tahun, dia mendirikan yayasan di Tiongkok yang fokus melayani anak-anak yatim di negara itu.

"Itu pengalaman yang benar-benar membuka mata, hidup saya berubah karenanya, membuat saya menyadari sebagian besar penduduk dunia justru tidak terlalu beruntung," akunya ketika ditemui di Jakarta, Selasa (4/7).

Saat melanjutkan studi di Stanford Business School, dia melihat banyak orang paham teknologi dan pasar yang sedang berkembang.

Sayangnya, semua orang sangat fokus dengan ponsel pintar dan cloud, sedikit yang fokus pada kebutuhan masyarakat yang tidak memiliki akses ke ponsel pintar dan cloud.

Komputer dibangun untuk menggunakan banyak data, makanya saat mengakses internet lewat komputer, data yang dibutuhkan lebih besar.

Berbeda dengan ponsel pintar.

Di pasar negara berkembang, rata-rata besar data yang mampu dibeli masyarakat adalah 300 MB.

Untuk broadband komputer, minimal 60 GB.

Itu artinya ada selisih 200 kali lipat antara data yang mampu dibeli dan besar data yang diperlukan.

Semua itu melatarbelakangi usahanya mendirikan Endless Computers.

Selasa (4/7), mereka resmi meluncurkan Endless Operating System di Indonesia.

Berbeda dengan komputer dengan operating system lain yang performanya sangat bergantung pada koneksi internet, Endless OS yang berbasis Linux, bisa bekerja bahkan saat komputer sedang offline.

Contohnya, bila anak Anda memiliki tugas sekolah lantas perlu mencari materi pendidikan lewat komputer, tidak selalu harus mengandalkan internet.

Pencarian utama akan fokus pada informasi yang sudah tersedia di komputer itu lantaran ada aplikasi-aplikasi seperti ensiklopedia dan Wikipedia terinstalasi di komputernya dan bisa diakses tanpa koneksi internet.

Berbeda dengan pencarian di komputer dengan operating system (OS) lain.

Saat mencari informasi langsung terkoneksi dengan mesin peramban, yang terhubung dengan link lain.

Apabila tidak ada koneksi internet, ada peringatan tidak bisa dilakukan pencarian karena offline.

Nah di komputer dengan Endless OS, pencarian utama akan menelusuri kata kunci yang sama dari aplikasi-aplikasi yang tersedia di komputer itu.

Misalnya Anda mencari kata jantung, bisa muncul hasil penelusuran kata jantung di ensiklopedia, Wikipedia, aplikasi memasak, aplikasi kesehatan, dan lain sebagainya.

Fitur offline ini tentu akan sangat berguna bagi mereka yang berada di daerah terpencil dan tidak selalu mendapatkan jaringan internet yang stabil. Ketika terhubung dengan internet, aplikasi akan otomatis diperbarui sehingga data dan informasi di dalamnya terus bertambah.

Berbasis aplikasi

Di tengah belum meratanya ketersediaan internet, Endless menawarkan OS berbasis aplikasi.

Cara kerja komputer yang dilengkapi Endless OS mirip dengan ponsel pintar.

Tampilan antarmukanya juga intuitif, seperti membuka ponsel pintar yang menunjukkan aplikasi-aplikasi yang tersedia.

Alhasil orang yang awam dengan komputer akan mampu mengoperasikannya dengan mudah.

Baik untuk pekerjaan, pendidikan, hobi, komunikasi, ataupun hiburan, tersedia aplikasi open source yang beraneka ragam yang bisa diakses lewat pusat unduhan App Center.

Ketika diinstal, ada lebih dari 100 aplikasi gratis yang memang didesain tanpa koneksi internet.

Bahkan untuk pecinta gim, Endless OS mendukung Steam yang merupakan platform gaming terbesar di dunia.

Pengguna Endless OS bisa mengakses lebih dari 1.800 gim.

Menariknya, Endless OS tersedia gratis di situs Endless.

Bisa dibilang, pekerjaan inti dari Endless OS ialah pengubahan konten menjadi aplikasi.

Meski saat ini semua aplikasi berbahasa Inggris, mereka menargetkan 50 aplikasi berbahasa Indonesia tersedia Agustus mendatang.

Mereka memiliki dua jenis pembuat aplikasi, selain yang membuat aplikasi dari nol, ada yang membuat aplikasi dari konten yang sudah ada untuk sesuai dengan Endless OS.

"Kami bisa membuat aplikasi hanya dalam waktu sehari," ungkap Matt Dalio.

Endless OS disediakan secara gratis, sisi bisnis Endless Computers lebih pada aspek aplikasi.

Mereka menerima 30% keuntungan dari aplikasi pengembang lain dan mendapatkan 100% keuntungan dari aplikasi-aplikasi yang dibuat sendiri.

Dia pun berharap akan banyak pengembang aplikasi juga penyedia konten di Indonesia yang mau bekerja sama dengan Endless OS sehingga makin banyak pilihan aplikasi yang tersedia di pusat unduh aplikasi mereka.

"Dengan cara begitu, kita bisa memajukan pendidikan," pungkas Dalio.

Namun, pernahkah Anda merasakan ponsel pintar yang semakin lambat kinerjanya ketika banyak aplikasi terinstal di dalamnya?

Kekhawatiran soal kinerja ini menurut Pendiri Endless Computer itu tidak perlu dipikirkan.

Satu komputer atau laptop umumnya takkan terkendala sekalipun terinstal ribuan aplikasi di dalamnya karena kapasitasnya lebih besar ketimbang ponsel.

Di Indonesia ada beberapa jajaran perangkat Acer dan Asus yang kini dilengkapi Endless OS seperti Acer Aspire ES1-132, Aspire E5-457G, Laptop Asus X441NA, dan Desktop Asus M32CD-K.

(M-4)

_________________________

Sebelum Menginstal Endless OS

Berikut ini kebutuhan perangkat keras yang dibutuhkan agar Endless OS berfungsi baik:

1. Bisa menggunakan komputer Windows, tetapi perlu Windows XP atau lebih baru untuk menginstal Endless OS. Saat ini produk Apple tidak mendukung untuk instalasi Endless OS.

2. Endless OS akan berjalan baik bila ada 1 GB RAM atau lebih di sistem.

3. Endless OS membutuhkan setidaknya 32 GB disk space untuk versi lengkap, tetapi memungkinkan untuk menggunakan versi basic dengan 16 GB.

4. Sistem dengan integrated graphics dari Intel akan bisa berfungsi baik.

5. Kebanyakan wireless cards dari Intel bisa berfungsi, juga sebagian Atheros, Broadcom, dan Realtek.

6. Endless OS mendukung BIOS, EFI, dan booting.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya