Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK orang menilai gaya berpakaian, kendaraan, ataupun tempat tinggal sebagai tolok ukur kekayaan.
Ciri-ciri material itu ternyata bukan satu-satunya patokan.
Baru-baru ini, peneliti University of Toronto, Kanada, berhasil menyingkap kaya atau tidaknya seseorang dari raut wajah.
Menurut peneliti, kelas sosial dapat terlihat melalui ekspresi muka.
Alasannya, wajah mencerminkan pengalaman hidup secara permanen.
Kesan pertama pada ekspresi netral, yakni tanpa melibatkan emosi, bisa menjadi indikatornya.
Di sisi lain, ekspresi yang melibatkan emosi seperti senyuman, tambah peneliti, justru bisa menyembunyikan ekspresi yang sudah terbentuk sejak lama.
Peneliti meminta para relawan riset untuk berpose dengan wajah netral.
Mereka lalu dibagi ke dua kelompok, yakni grup dengan pendapatan keluarga di bawah US$60 ribu dan di atas US$100 ribu.
Pendapatan US$75 ribu digunakan sebagai batas antara kelompok kaya dan miskin.
Dalam eksperimen, sekelompok peserta diminta memilah kelompok kaya dan miskin pada foto-foto relawan.
Ditemukan, para peserta mampu menebak wajah serta kelas sosial dengan tingkat akurasi 53%.
Lebih lanjut, peneliti mengatakan hasil itu tidak dipengaruhi aspek ras atau gender.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved