Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Plester Tahan Air Terinspirasi dari Gurita

Phys.org/Zic/Dhk/L-2
01/7/2017 03:01
Plester Tahan Air Terinspirasi dari Gurita
(AFP/Ed JONES)

BARU-BARU ini, ilmuwan berhasil membuat inovasi plester yang dapat menempel pada permukaan basah.

Dilansir dari jurnal Nature, peneliti dari Sungkyunkwan University, Korea Selatan, menciptakan perekat dari lapisan karet fleksibel sebagai pengisap buatan.

Peneliti mengatakan plester tersebut terilhami dari organ penghisap (suction cups) gurita.

Hewan laut dengan delapan tentakel itu memang dikenal memiliki kemampuan menempelkan diri pada permukaan basah dan kering.

Dalam uji coba, plester mampu dilekatkan dan dilepaskan hingga 1.000 kali tanpa tambahan zat perekat.

Hal itu, tambah peneliti, bisa memanjakan pengguna plester kulit tanpa harus merasa sakit saat plester dilepas.

Peneliti mengklaim plester juga mampu merekat dengan baik pada permukaan silikon, kaca, serta permukaan kasar lain dalam kondisi kering, lembap, basah, ataupun berminyak.

"Sangat menantang untuk mengembangkan plester yang mampu bertahan dalam kondisi kering maupun basah," kata peneliti dalam artikel risetnya.

Tentakel gurita dipilih sebagai inspirasi karena kecepatan dan fleksibilitasnya yang cepat menempel dan terlepas dari permukaan yang dihinggapinya.

Melalui pengamatan anatomi, peneliti mendapati rahasia gurita mampu menempel dengan baik ialah berkat bilik penyedot yang ada pada tentakel.

Fleksibilitas pada organ penghisap itulah yang berperan besar membantu gurita bergerak dengan anggun melintasi dasar laut.

Untuk membuat plester dengan sifat melekat yang memadai, peneliti menciptakan benjolan berbentuk kubah seperti yang terdapat pada organ penghisap gurita.

Peneliti juga menambahkan bahan berstruktur menonjol keluar di dalam setiap lubang plester demi meningkatkan kemampuan menempel pada permukaan basah.

Struktur benjolan yang menutupi alat pengisap itu, lanjut peneliti, bisa berkontribusi pada kemampuan menyedot dari permukaan.

Itu disebabkan alat pengisap bekerja dengan menggunakan kapilaritas, yakni naik turunnya permukaan zat cair dalam sebuah medium kapiler (pembuluh darah halus).

Di masa depan, peneliti berharap plester yang mereka ciptakan bisa digunakan secara medis untuk pembalut luka maupun kebutuhan industri untuk diproduksi secara massal.

Lebih lanjut, peneliti mengatakan produk itu juga dapat menginspirasi inovasi robot dengan kemampuan merayap di dinding seperti Spiderman.

Bagi para peneliti, inspirasi dalam membuat inovasi dapat didapatkan dari objek apa pun, termasuk hewan.

Selain gurita, ada cecak, siput, dan tiram yang memiliki metode khusus untuk menempel pada permukaan basah dan kering.

Cecak memanfaatkan sikat mikroskopik untuk menempel di dinding, sedangkan siput dan tiram menempel pada batu dengan menggunakan cairan lengket.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya