Kamis 15 April 2021, 04:30 WIB

Menjadikan Rasul sebagai Panutan

Quraish Shihab | TAFSIR AL-MISHBAH
Menjadikan Rasul sebagai Panutan

MI/Seno
Quraish Shihab

 

TAFSIR Al-Mishbah episode 4 membahas tentang surah Al-Mujadalah ayat 11-17. Dikisahkan bahwa surah Al-Mujadalah ayat 11 turun ketika Rasulullah SAW tengah berkumpul bersama sahabat-sahabatnya di dalam majelis pada Jumat. Lalu, saat itu datang seorang yang dihormati yang terlibat dalam Perang Badar. Rasulullah bersabda pada sahabatnya untuk berdiri dan mempersilakan orang terhormat yang datang untuk duduk.

"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, 'Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,' lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, 'Berdirilah kamu', berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan."

Ayat tersebut memperlihatkan Alquran tidak hanya mengatur hal-hal besar dalam hidup, tetapi juga bisa menjadi tuntunan bagi kita untuk melaksanakan hal-hal kecil dalam hidup. Dikatakan pula bila kita mempersilakan orang untuk duduk, hal tersebut akan meninggikan derajat kita karena ketulusan hati kita.

Selanjutnya, pada ayat ke-12 disebutkan bahwa kita harus menghormati semua sabda Rasulullah. Rasulullah menerima perintah Allah bukan untuk dirinya, melainkan untuk kepentingan umat. "Hai orang-orang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan khusus dengan Rasul hendaklah kamu mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) sebelum pembicaraan itu. Yang demikian itu lebih baik bagimu dan lebih bersih; jika kamu tidak memperoleh (yang akan disedekahkan), sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Namun, pada ayat selanjutnya ditegaskan apabila kita tidak mampu melakukan sedekah, Allah akan menerima tobat kita jika kita taat melakukan ibadah.

Ayat ke-14 membahas tentang orang-orang yang mengangkat orang-orang yang dimurkai Allah sebagai teman karibnya. "Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui."

Pada konteks ayat tersebut, yang dimaksud orang yang dimurkai Allah ialah orang Yahudi yang sering berkata bohong. Maka dari itu, orang yang dimurkai Allah dan yang menjadikan orang tersebut sebagai pemimpin atau aulia akan mendapatkan azab yang sangat pedih.

Simpulan dari ayat-ayat tersebut, yakni jadikanlah Rasulullah sebagai panutan bagi diri kita sebab Rasulullah menerima perintah dari Allah untuk kebaikan umat manusia. Selanjutnya, jangan sampai kita menjadikan orang yang dimurkai Allah sebagai sahabat karena akan membawa pada keburukan.

Baca Juga

MI/Seno

Kisah Nabi Musa Melawan Firaun

👤Quraish Shihab 🕔Kamis 31 Maret 2022, 18:30 WIB
TAFSIR Al Mishbah kali ini membahas Alquran Surah Al Ghafir mulai ayat 23. Dalam surah ini dikisahkan upaya Nabi Musa AS melawan penguasa...
MI.Seno

Arti Jihad Sesungguhnya

👤Quraish Shihab 🕔Rabu 12 Mei 2021, 05:15 WIB
TAFSIR Al-Mishbah pada episode kali ini masih melanjutkan pembahasan surah At-Tahrim ayat 9 sampai...
MI/Seno

Larangan Mengharamkan yang Halal

👤Quraish Shihab 🕔Selasa 11 Mei 2021, 02:00 WIB
SURAH At-Tahrim dinamai demikian karena karena pada awal surat ini terdapat kata tuharrim yang kata asalnya...

RENUNGAN RAMADAN

CAHAYA HATI


JADWAL IMSAKIYAH
Kamis, 26 Mei 2022 / Ramadan 1443 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB

PERNIK RAMADAN