Selasa 30 Mei 2017, 10:20 WIB

[Tafsir Al Misbah] Manusia akan Menyesal di Kemudian Hari

Indriyani Astuti | TAFSIR AL-MISHBAH
[Tafsir Al Misbah] Manusia akan Menyesal di Kemudian Hari

Quraish Shihab---MI/Seno

 

TAFSIR Al Misbah pada episode kali ini membahas Surah As Sajdah ayat 12 hingga 20. Dikatakan bahwa pada nantinya manusia mulai menyesali perbuatannya atas perlakuan di dunia dan sekelompok orang yang, apabila diperingatkan, mereka akan bersujud kepada Allah.

Allah berfirman dalam Surah As Sajdah ayat 12 demikian, "Seandainya kamu melihat bagaimana keadaan orang-orang berdosa ketika menghadapi pengadilan Tuhan.

Orang-orang berdosa menundukkan kepalanya seraya menyesal. Kemudian, mereka berkata, "Wahai Tuhan kami, kami sekarang sudah melihat dan mendengar. Karena itu kembalikanlah kami hidup di dunia supaya kami dapat beramal yang soleh, dan kami akan yakin tentang kebenaran-Mu."

Allah pun menegaskan dalam firman-Nya, jika ada orang-orang yang tersesat, ada pula orang-orang yang diberikan petunjuk.

Kemudian kembali meminta ampunan pada Allah. Dalam surah itu Tuhan juga berkata bahwa bisa saja berhendak menjadikan setiap orang berada dalam petunjuk.

Namun, manusia diberi kebebasan oleh Allah untuk memilih, sebenarnya kalau Allah berkehendak bisa saja semua bertakwa, tapi manusia adalah makhluk yang mempunyai kedudukan sangat tinggi di sisi Allah sehinga Allah memberikan kebebasan.

Selanjutnya dijelaskan, orang-orang yang terus diberi peringatan oleh Allah tapi lupa, itulah yang akan menyesal. Sebaliknya, orang-orang yang beriman setiap mendapat kesempatan untuk mengingat Dia langsung patuh, tunduk, dan bersujud kepada Allah.

Kemudian memuji-Nya. Tapi sebelum memuji, manusia sebaiknya menyucikan diri terlebih dahulu karena manusia tidaklah sempurna memberikan pujian kepada Allah.

Allah sudah mengingatkan manusia, tidak hanya dari kitab sucinya, tetapi juga melalui pengalaman hidup dengan contoh-contoh yang ada. Maka artinya manusia bukanlah lupa, melainkan sengaja mengabaikan peringatan tersebut.

Sebaliknya, orang-orang yang sadar akan peringatan-Nya berdoa dan beribadah kepada Allah dengan rasa takut seraya berharap. Disampaikan, manusia jangan larut dalam rasa takut, tapi tetap optimistis. Namun, jangan juga terlalu optimistis sehingga menjadikan manusia tidak takut akan Allah.

Kepada orang-orang yang bertakwa, di kemudian hari, mereka tidak mampu mengetahui kesenangan apa yang tersimpan di dalam surga. Dikiaskan bahwa kesenangan yang akan diperoleh di sana seperti apa yang tidak pernah didengar telinga, tidak pernah dilihat mata, dan tidak pernah terpikirkan oleh pikiran manusia. Sebab, untuk orang-orang yang taat.(Ind/H-5)

Baca Juga

MI/Seno

Kisah Nabi Musa Melawan Firaun

👤Quraish Shihab 🕔Kamis 31 Maret 2022, 18:30 WIB
TAFSIR Al Mishbah kali ini membahas Alquran Surah Al Ghafir mulai ayat 23. Dalam surah ini dikisahkan upaya Nabi Musa AS melawan penguasa...
MI.Seno

Arti Jihad Sesungguhnya

👤Quraish Shihab 🕔Rabu 12 Mei 2021, 05:15 WIB
TAFSIR Al-Mishbah pada episode kali ini masih melanjutkan pembahasan surah At-Tahrim ayat 9 sampai...
MI/Seno

Larangan Mengharamkan yang Halal

👤Quraish Shihab 🕔Selasa 11 Mei 2021, 02:00 WIB
SURAH At-Tahrim dinamai demikian karena karena pada awal surat ini terdapat kata tuharrim yang kata asalnya...

RENUNGAN RAMADAN

CAHAYA HATI


JADWAL IMSAKIYAH
Jumat, 20 Mei 2022 / Ramadan 1443 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB

PERNIK RAMADAN