Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Caketum Golkar dan Peruntungan Nomor Urut

Erandhi Hutomo Saputra
07/5/2016 20:02
Caketum Golkar dan Peruntungan Nomor Urut
(Antara/Wahyu Putro A)

PROSES menuju Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar memasuki tahap selanjutnya. Para calon ketua umum, Sabtu (7/5), telah mengambil nomor urut masing-masing yang langsung dilanjutkan dengan kampanye penyampaian visi misi pada Minggu (8/5) di Medan untuk selanjutnya juga akan dilakukan di Surabaya pada (11/5) dan Bali pada (13/5).

Saat pengambilan nomor urut, enam calon ketua umum yang telah ditetapkan pada Jumat (6/5) mengambil secara langsung sedangkan dua calon ketua umum yang baru ditetapkan pada Sabtu (7/5) yakni Syahrul Yasin Limpo dan Indra Bambang Utoyo diwakilkan tim sukses masing-masing.

Saat memberikan sambutan, Ketua Panitia Pengarah Nurdin Halid meminta para calon ketum untuk tidak melakukan money politic dan berkompetisi secara sehat.

Setelah penyerahan SK pengesahan sebagai calon ketum, kedelapan calon tidak boleh berinteraksi langsung dengan para pemilik suara kecuali saat kampanye dan sosialisasi yang telah ditentukan panitia. Adapun komite etik akan terus mengawasi para calon ketum.

"Seluruh calon terikat dalam norma dan atuan yang ditetapkan SC. Maka mari kita berkompetisi dengan taat asas dan 10 hari ke depan akan lahir pemimpin Golkar sekaligus calon pemimpin bangsa," ujar Nurdin di Graha Widya Bhakti I, Kantor DPP Golkar Jakarta, Sabtu (7/5).

Dalam pengambilan nomor urut sesuai dengan urutan pendaftaran, Ketua DPR Ade Komarudin mendapatkan nomer urut 1. Mantan Ketua DPR yang kini Ketua Fraksi Golkar, Setya Novanto mendapatkan nomor urut 2, yang selanjutnya diikuti Airlangga Hartanto nomor urut 3, Wakil Ketua MPR Mahyudin nomor urut 4, mantan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso nomor urut 5, Aziz Syamsudin nomor urut 6, Indra Bambang Utoyo nomor urut 7, dan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo nomor urut 8.

Terlihat sumringah, Akom menyebut nomor urut yang didapatkannya merupakan berkah sehingga ia akan memperjuangkan nomor tersebut agar menjadi kenyataan, menduduki kursi Golkar 1 menggantikan Aburizal Bakrie.

"Nomor urut tentu harus memperjuangkan supaya nomor urut 1 menjadi Golkar 1," ungkap Akom.

Meski demikian, saat ditanya apakah nomor urut tersebut merupakan tanda bahwa dirinya menjadi nahkoda Golkar selanjutnya, Akom tidak ingin jumawa.

"Hanya Allah yang tahu," ucapnya

Akom menyebut dukungan dari para DPD I dan DPD II terus mengalir untuk dirinya menjadi Ketum Golkar. Ia menjanjikan akan membawa Golkar dan khususnya bersama dengan pemerintah menjadikan rakyat lebih sejahtera.

"Membantu pemerintah untuk menyejahterakan rakyat Indonesia," tukas Akom yang mengaku akan tetap menjabat Ketua DPR meskipun dirinya terpilih.

Tidak ingin kalah, Setya Novanto menyebut nomor urut 2 yang ia dapatkan merupakan suatu keberuntungan.

"Ini merupakan petunjuk Allah SWT di nomer dua ini memberikan keberuntungan yang lebih baik," tukasnya.

Jika terpilih Setnov mengaku akan bekerja sama dengan pemerintah, khususnya mendukung pemerintahan Presiden Jokowi.

Untuk menyatukan Golkar, Setnov akan memperkuat jaringan-jaringan daerah, dan membuat partai Golkar menjadi partai yang modern.

Calon ketum lainnya, Priyo menganggap nomr urut 5 sebagai nomor yang seakan ditakdirkan untuknya. Ia menganggap, jalannya untuk melenggang menjadi Ketum dimudahkan dengan mendapatkan nomor urut 5.

Pasalnya, Golkar pada saat pileg 2014 lalu mendapatkan nomor urut 5 sehingga akan mudah diingat oleh para pengurus di daerah untuk memilihnya.

"Jadi backmind memori para voters, mereka mengampanyekan lima, lima, mudah-mudahan ini memudahkan lima PBS (Priyo Budi Santoso), lima PBS," jelasnya.

Caketum lainnya, Aziz Syamsudin tidak menanggapi banyak terkait nomor urut 6 miliknya.

"Bismilah lah," katanya.

Adapun Airlangga Hartanto menganalogikan nomor urut tiganya sebagai ujaran terkenal milik kaisar Romawi, Julius Caesar yakni vini, vidi, vici yang berarti saya datang, saya melihat, saya menang. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya