Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
TOTTENHAM Hotspur semakin terjerumus ke dalam ancaman degradasi Liga Inggris setelah kalah 1-3 dari Crystal Palace. Kekalahan itu dipicu kartu merah Micky van de Ven yang membuat Palace mencetak tiga gol dalam 12 menit dan membalikkan keadaan di Stadion Tottenham Hotspur, Jumat (6/3).
Tottenham sempat memimpin lebih dulu melalui gol Dominic Solanke pada babak pertama. Namun keunggulan tersebut sirna setelah Crystal Palace mencetak tiga gol beruntun sebelum turun minum.
Momen krusial terjadi saat bek Tottenham Micky van de Ven melakukan pelanggaran terhadap Ismaila Sarr di kotak penalti. Van de Ven langsung diganjar kartu merah dan Sarr sukses mengeksekusi penalti untuk menyamakan kedudukan.
Crystal Palace kemudian berbalik unggul lewat gol Jorgen Strand Larsen sebelum Sarr mencetak gol keduanya. Dalam kurun 12 menit, tim tamu membalikkan keadaan dan membuat atmosfer di Stadion Tottenham Hotspur berubah panas.
Para suporter tuan rumah meluapkan kekecewaan mereka. Sebagian besar meninggalkan stadion lebih awal, sementara mereka yang bertahan mencemooh pelatih interim Igor Tudor dan para pemainnya saat peluit akhir dibunyikan.
Kekalahan tersebut membuat Tottenham terpuruk di posisi ke-16 klasemen sementara Liga Inggris. Mereka hanya unggul satu poin dari zona degradasi setelah West Ham United yang berada di posisi ke-18 menang atas Fulham sehari sebelumnya.
Hasil buruk itu juga memperpanjang tren negatif Spurs. Mereka kini menelan lima kekalahan beruntun di liga dan tidak pernah menang dalam 11 pertandingan terakhir di kasta tertinggi, rekor terburuk sejak 1975.
Di kandang sendiri, performa Tottenham juga memprihatinkan. Mereka hanya meraih satu kemenangan dalam 13 laga kandang terakhir di liga. Situasi ini membuat Spurs terancam terdegradasi untuk pertama kalinya sejak musim 1977-78, yang menjadi satu satunya musim mereka berada di luar kasta tertinggi sejak 1950.
Tottenham masih memiliki sembilan pertandingan tersisa untuk menyelamatkan diri dari degradasi mengejutkan. Tantangan berikutnya adalah bertandang ke markas Liverpool pada 15 Maret.
Sebelum itu, mereka juga akan menghadapi Atletico Madrid pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Selasa (10/3). Namun, ancaman degradasi kini menjadi prioritas utama klub asal London utara tersebut.
Kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan kerugian finansial besar. Menurut laporan yang dirilis pekan ini, degradasi dapat membuat Tottenham kehilangan hingga 260 juta poundsterling atau sekitar Rp5,97 triliun.
Kerugian tersebut akan menjadi pukulan telak bagi klub yang sudah mencatat kerugian sebesar 129 juta poundsterling tahun lalu, di tengah biaya operasional yang termasuk tiga tertinggi di Eropa.
Sebelumnya, Igor Tudor juga sempat melontarkan kritik keras terhadap para pemainnya setelah kalah dari Fulham. Ia menilai tekanan dalam perebutan bertahan di liga tidak sebanding dengan tekanan nyata yang dihadapi profesi lain.
"Pertarungan degradasi tidak sama dengan tekanan kehidupan nyata yang dihadapi para dokter," kata Tudor dikutip dari AFP. (E-4)
Tottenham Hotspur kian dekat dengan zona degradasi setelah tumbang dari Crystal Palace.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved