SETELAH paceklik gol di Liga Champions selama 955 menit, Wayne Rooney akhirnya meledak. Wazza--demikian ia dipanggil--mencetak gol tunggal Manchester United saat menang 1-0 atas CSKA Moscow dalam lanjutan penyisihan Grup B Liga Champions di Old Trafford, kemarin dini hari. Terakhir kali Rooney mencetak gol di Liga Champions ialah ke gawang Bayer Leverkusen pada September 2013. Gol Rooney ke gawang CSKA Moscow di menit ke-79 itu sekaligus menyudahi rentetan puasa gol skuat Louis van Gaal.
United sebelumnya sempat mandul selama 404 menit di seluruh kompetisi. Dengan tambahan satu gol, Rooney kini menyamai prestasi Denis Law dengan melesakkan 237 gol di semua kompetisi. Dengan menyamai torehan Law berarti Rooney saat ini menjadi pencetak gol terbanyak kedua dalam sejarah. Rooney membuat catatan itu dalam 496 pertandingan dan kini dia cuma kalah dari Bobby Charlton yang mengemas 249 gol. "Denis Law ialah legenda di klub ini dan bisa menyamai rekor gol dia (237 gol) merupakan kehormatan besar," ujar Rooney seusai pertandingan sebagaimana dikutip Uefa.com.
Kemenangan tersebut menjadikan 'Setan Merah' memuncaki klasemen sementara Grup B dengan 7 poin dari empat pertandingan atau unggul satu angka dari PSV Eindhoven dan Wolfsburg yang menghuni posisi kedua dan ketiga dengan 6 poin. "Tentu saja ini melegakan karena Anda sudah melihat tim Manchester United yang menyerang menciptakan banyak peluang melawan sebuah tim yang rapi," kata Van Gaal di laman situs resmi klub. Meski puas, Van Gaal merasa tim besutannya masih menyia-nyiakan peluang.
"Penampilan yang bagus? Terima kasih untuk pujian Anda. Ini luar biasa karena kami mencetak setidaknya 12 kesempatan dan harus menunggu lama," kata Van Gaal di BT Sport. "Sebelum itu, mereka bisa mencetak gol, lalu itu menjadi laga yang berbeda. Saya senang kami bermain bagus," imbuhnya. Selain Rooney, Van Gaal juga memuji lini belakang. Setidaknya ada satu peluang emas CSKA lewat Seydou Doumbia yang dikandaskan secara beruntun oleh kiper David De Gea dan kemudian Chris Smalling.
Penyelamatan beruntun itulah yang kemudian membuat Van Gaal memberikan apresiasi kepada De Gea dan Smalling walaupun nama terakhir disebutnya dengan keliru. "David De Gea menyelamatkan kami dan setelah itu Michael Smalling menyelamatkan kami," ucap Van Gaal seperti dikutip Guardian. Insiden salah sebut nama Smalling oleh Van Gaal itu bukan yang kali pertama terjadi. Dalam pramusim lalu, peracik taktik asal Belanda itu juga menyebut beknya itu sebagai Mike Smalling.