Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Tangis the Happy One

Achmad Maulana
01/11/2015 00:00
Tangis the Happy One
(AP/Matt Dunham)
CHANT-chant atau teriakan dari para suporter Chelsea untuk memberikan dukungan bagi Jose Mourinho dan para pemain the Blues ternyata tidak cukup. Alih-alih memetik kemenangan, Chelsea justru menjadi bulan-bulan Liverpool.

Saat menjamu si 'Merah' di Stamford Bridge, tadi malam WIB, Chelsea harus mengakui keunggulan tim tamu 1-3. Philippe Coutinho-lah menjadi inspirator kemenangan the Kop.

Pemain asal Brasil itu mencetak dua gol, yakni menit 48 dan ke-74, sedangkan satu gol lainnya dicetak Christian Benteke 83'. Sementara itu, satu-satunya gol the Blues dicetak Remirez (4').

Bermain di hadapan pendukungnya sendiri, Chelsea sepertinya akan memetik kemenangan mudah ketika Ramirez sukses membobol gawang Simon Mignolet saat pertandingan baru berlangsung 4 menit. Namun, setelah Countinho menyamakan kedudukan saat injury time babak pertama, permainan Chelsea seperti menurun. Alhasil dua gol berhasil dicetak tim tamu.

Dengan hasil itu, Liverpool naik ke posisi ketujuh di klasemen sementara dengan 17 poin dari 11 pertandingan. Sebaliknya, Chelsea tetap terpuruk di posisi ke-15 dengan 11 poin.

Bukan itu saja, kekalahan dari Liverpool itu dipastikan bakal semakin menyulitkan Mourinho. Apalagi sebelumnya beredar kabar bahwa laga melawan Liverpool bakal menjadi hari penghakiman bagi the Happy One.

Kini nasib juru taktik asal Portugal itu sudah benar-benar di ujung tanduk. Kelanjutan kariernya di Stamford Bridge tinggal bergantung pada keputusan pemilik klub, Roman Abramovich.

"Saya akan pulang menemui keluarga saya yang sedih, kemudian saya akan menonton rugby untuk melupakan sejenak kekalahan ini. Setelah itu saya akan mulai menyiapkan tim untuk pertandingan Rabu," ujar Mourinho selepas laga.

"Saya lihat para pemain ssebenarnya tampil cukup bagus awalnya, tapi setelah itu mereka menurun. Saya tentu minta maaf dengan kekalahan ini, tapi kadang Anda tidak bisa selalu menang," tukasnya.

Bekal buruk
Dari La Liga Spanyol, Atletico Madrid menyia-nyiakan peluang untuk menggeser dua raksasa Real Madrid dan Barcelona dari puncak klasemen sementara liga Spanyol setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 dengan Deportivo La Coruna, kemarin dini hari.

Dalam pertandingan di Estadio Riazor tersebut, Los Cochoneros sepertinya akan membawa pulang tiga angka setelah Tiago membobol gawang tuan rumah pada menit 34. Namun, gol Lucas Perez (77) lewat tendangan dari dalam kotak penalti menggagalkan kemenangan tim tamu.

Arsitek Atletico, Diego Simeone, mengaku tidak terlalu kecewa dengan hasil tersebut. Dia menilai hasil 1-1 cukup adil bagi kedua tim.

"Saya pikir hasil ini cukup adil. Kami tampil bagus di babak pertama. Namun, kami agak lengah di babak kedua walalupun kesalahan kecil biasa terjadi dalam pertandingan," tukas arsitek asal Argentina itu.

Sebaliknya gelandang Koke tidak bisa menutupi kekecewaannya dengan hasil itu. Menurut dia, hasil seri itu tidak bisa menjadi bekal mereka untuk menghadapi pertandingan di Liga Champions. (AFP/AP/X-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya