Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Exeter City Dibantai Man City 10-1, Gary Caldwell: Musim Kami Belum Berakhir

Thalatie K Yani
11/1/2026 06:02
Exeter City Dibantai Man City 10-1, Gary Caldwell: Musim Kami Belum Berakhir
Manajer Exeter City, Gary Caldwell, angkat bicara soal kekalahan telak 10-1 dari Manchester City di Piala FA. Ia menyebut laga ini sebagai pengalaman yang merendahkan hati.(Media Sosial X)

MANAJER Exeter City, Gary Caldwell, menegaskan kekalahan memalukan 10-1 timnya dari Manchester City di ajang FA Cup tidak akan menghancurkan semangat juang skuadnya. Meski mencatatkan rekor kekalahan terburuk dalam sejarah klub, Caldwell meyakini masa depan timnya masih ditentukan oleh perjuangan di liga.

Kekalahan di Stadion Etihad tersebut menjadi momen pertama kalinya The Grecians kebobolan 10 gol dalam satu pertandingan kompetitif. Skor ini juga menyamai selisih kekalahan sembilan gol yang pernah dialami klub saat melawan Northampton Town pada 1958 dan Reading pada 2023.

Menanggapi hasil tersebut, Caldwell justru melontarkan pujian atas profesionalisme skuad asuhan Pep Guardiola yang tampil tanpa ampun sejak menit awal.

“Perilaku mereka sepanjang laga sangat gigih, sikap dan rasa hormat yang mereka tunjukkan kepada kami menurut saya luar biasa, dan mereka melakukan apa yang seharusnya dilakukan Man City terhadap kami,” ujar Caldwell kepada BBC Radio Devon.

Caldwell menyoroti bagaimana intensitas Manchester City tidak menurun meski sudah unggul jauh. “Itu tidak berhenti saat skor 4-0, 5-0, 6-0, atau 7-0. Mereka terus melaju, dan kami bisa mengambil banyak hal dari pertandingan ini terkait perilaku yang kami coba ajarkan kepada para pemain setiap hari.”

Pengalaman yang Merendahkan Hati

Menghadapi tim bertabur bintang seperti Erling Haaland dan rekrutan baru Antoine Semenyo, Exeter City sudah tertinggal 4-0 di babak pertama sebelum akhirnya kebobolan enam gol tambahan setelah jeda. Caldwell mengakui bahwa menghadapi raksasa Eropa memberikan tekanan mental tersendiri bagi anak asuhnya.

“Terkadang lambang di dada dan nama di punggung (lawan) dapat mengubah perilaku Anda. Alih-alih melangkah maju, Anda justru mengambil setengah langkah mundur,” tambah Caldwell.

Meski demikian, sang manajer tetap optimistis. Ia menganggap kekalahan ini sebagai "pelajaran yang merendahkan hati" namun bisa berbuah positif jika dianalisis dengan kepala dingin.

“Tim bisa mengambil banyak pelajaran dari situ. Ini adalah pengalaman yang saya pikir bisa menjadi positif setelah dianalisis nanti. Pada akhirnya, musim kami tidak akan ditentukan oleh ini. Musim kami akan ditentukan oleh 22 pertandingan liga berikutnya,” tegasnya.

Caldwell berharap para pemainnya dapat memetik hikmah dari setiap kesalahan yang dilakukan di Etihad untuk dibawa ke kompetisi domestik. “Selama mereka belajar darinya dan membawanya ke 22 pertandingan liga berikutnya, maka ini bisa menjadi pengalaman yang sangat baik,” pungkasnya. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya