Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KYLIAN Mbappé Lottin, atau yang lebih dikenal sebagai Kylian Mbappé, adalah salah satu pesepak bola terbaik di dunia saat ini. Prestasi gemilangnya di lapangan hijau, baik bersama Timnas Prancis maupun klub-klub raksasa Eropa, membuatnya selalu menjadi sorotan publik. Namun, di luar kemampuan teknisnya mengolah si kulit bundar, kehidupan pribadi sang pemain juga kerap memancing rasa penasaran penggemar. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul di mesin pencari adalah mengenai agama Mbappe. Mengingat latar belakangnya yang multikultural dan pergaulannya yang luas, banyak spekulasi beredar mengenai keyakinan yang dianut oleh penyerang cepat ini.
Untuk memahami konteks kepercayaan Kylian Mbappé, kita perlu menelusuri silsilah dan latar belakang keluarganya. Mbappé lahir dan besar di Bondy, sebuah wilayah di pinggiran kota Paris yang dikenal dengan keberagaman etnis dan budayanya. Ia tumbuh dalam keluarga yang sangat toleran dan memiliki latar belakang agama yang berbeda.
Ayahnya, Wilfrid Mbappé, adalah seorang pria keturunan Kamerun yang menganut agama Kristen. Sementara ibunya, Fayza Lamari, adalah wanita keturunan Aljazair (Kabyle) yang beragama Islam. Perbedaan keyakinan kedua orang tuanya tidak menjadi penghalang bagi keharmonisan keluarga mereka. Justru, hal ini membentuk karakter Mbappé menjadi pribadi yang sangat terbuka dan menghargai perbedaan.
Meskipun memiliki ibu seorang Muslim, Kylian Mbappé diketahui mengikuti keyakinan sang ayah. Berdasarkan berbagai sumber terpercaya dan rekam jejak pendidikannya, agama Mbappe adalah Kristen. Hal ini dikonfirmasi melalui riwayat pendidikannya di masa kecil.
Mbappé pernah menempuh pendidikan di sekolah swasta Katolik, Institution Bel-Air, di Fontenay-sous-Bois. Di sekolah inilah ia mendapatkan pendidikan akademis sekaligus pembentukan karakter spiritual sesuai ajaran Kristiani. Dalam sebuah wawancara dengan media Prancis, Mbappé pernah mengungkapkan bahwa dirinya adalah seorang penganut Kristen yang taat, namun ia jarang memamerkan ritual keagamaannya di media sosial karena menganggap hal tersebut sebagai ranah privasi.
Seringkali terjadi kesalahpahaman di kalangan penggemar sepak bola yang mengira Mbappé adalah seorang Muslim. Anggapan ini muncul bukan tanpa alasan, melainkan karena beberapa faktor berikut:
Namun, penting untuk dicatat bahwa tindakan-tindakan tersebut adalah bentuk toleransi dan penghormatan Mbappé terhadap budaya dan agama teman-temannya serta keluarganya (ibunya), bukan tanda bahwa ia telah berpindah keyakinan.
Kylian Mbappé adalah contoh nyata keberhasilan pendidikan multikultural di Prancis. Tumbuh di antara dua keyakinan besar membuat pandangannya terhadap dunia menjadi sangat luas. Ia tidak segan ikut merayakan kegembiraan teman-teman Muslimnya saat lebaran, dan di sisi lain, ia juga merayakan Natal bersama keluarganya.
Dalam sebuah wawancara dengan L'Obs, Mbappé pernah menjelaskan pandangannya tentang agama dan toleransi. Ia menegaskan bahwa keyakinan adalah urusan personal, namun menghargai orang lain adalah kewajiban universal. Sikap rendah hati dan hormat inilah yang membuatnya dicintai oleh penggemar dari berbagai latar belakang agama dan etnis di seluruh dunia.
Agar lebih mengenal sosok bintang ini, berikut adalah biodata singkatnya:
Kesimpulannya, meskipun isu mengenai agama Mbappe sering menjadi perdebatan di media sosial, faktanya ia adalah seorang Kristiani. Namun, identitas agamanya tidak membatasi dirinya untuk menjalin persaudaraan erat dengan komunitas Muslim, yang juga merupakan bagian dari darah dagingnya melalui sang ibu. Sikap Mbappé mengajarkan kita bahwa perbedaan keyakinan dalam keluarga dan pergaulan justru dapat menjadi jembatan untuk saling memahami dan menghormati. (Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved