Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
NAPOLI belum terbendung di puncak klasemen Serie A berkat kemenangan atas AS Roma pada pekan ke-20. Skuat I Partenopei semakin nyaman di posisi puncak dengan keunggulan 13 poin demi mewujudkan ambisi juara.
Napoli memetik kemenangan penting atas Roma 2-1 di Stadion Diego Armando Maradona, Senin (30/1) dini hari WIB, yang menjadi sapu bersih setelah pada putaran pertama di Stadion Olimpico mereka juga mendulang poin penuh.
Sejak era tiga poin untuk satu kemenangan diperkenalkan pada musim 1994/1995, Napoli menjadi tim pertama yang mengukir rekor sejauh itu. Pasalnya, tidak ada tim yang pernah unggul 13 poin dari hanya 20 laga.
Baca juga: Gol Larut Simeone Pastikan Napoli Tundukkan AS Roma
"Kami memenangi pertandingan demi pertandingan ini dan membuktikan bahwa kami bertekad untuk menang, mulai dari staf perlengkapan hingga pemain terakhir di bangku cadangan," kata pelatih Napoli Luciano Spalletti.
Napoli membuka keunggulan di menit ke-17 melalui Victor Osimhen. Gol penyeimbang Roma datang di babak kedua berkat aksi Stephan El Shaarawy.
Pemain pengganti Napoli, Giovanni Simeone, yang baru masuk 10 setelah menit di babak kedua menciptakan gol kemenangan Partenopei di sisa empat menit jelang waktu normal berakhir.
"Ini adalah pertandingan yang rumit, tetapi mereka yang masuk membuktikan bahwa mereka sudah memiliki andil dari bangku cadangan," ucap Spalletti.
"Itu adalah kualitas mendasar bagi tim kami, karena musim yang panjang dengan intensitas seperti ini, jika saya tidak memiliki semua pemain, maka kami tidak akan mendapatkan hasil ini," imbuhnya.
Napoli unggul 13 poin dari pesaing terdekat Inter Milan di peringkat dua yang menangguk untung setelah juara bertahan AC Milan ditundukkan 5-2 oleh Sassuolo.
Bagi Roma, kekalahan itu membuat tiga kemenangan beruntun mereka terhenti. Skuat asuhan Jose Mounho yang pulang dengan tangan hampa duduk di urutan enam atau tertinggal satu poin dari zona Liga Champions.
Mourinho menyebut Roma pantas menang dengan dominasi permainan, pressing tinggi, dan pertahanan yang terorganisasi baik. Ia menilai timmnya hanya kurang beruntung kebobolan jelang laga usai.
Meski begitu, Mourinho yakin musim ini memang seakan milik Napoli yang sedang terus bersinar.
"Ada beberapa pertandingan di mana Anda kalah tetapi pulang dengan perasaan lebih baik tentang (permainan) tim. Itulah perasaan saya. Terkadang sepak bola tidak adil. Terkadang tim yang lebih pantas (menang) justru kalah," kata Mourinho.
"Saya telah memenangi delapan gelar liga, dan ketika ada saat-saat sulit, bintang itu menyinari Anda. Musim ini, bintang itu ada untuk Napoli," tukasnya. (AFP/OL-1)
Untuk pertama kalinya dalam 40 tahun, Como berhasil menembus semifinal Coppa Italia.
Preview Napoli vs Como perempat final Coppa Italia 2026. Prediksi skor, susunan pemain, dan analisis taktik Conte vs Fabregas.
Napoli kembali ke jalur kemenangan setelah mengalahkan Fiorentina 2-1 di Serie A. Antonio Vergara cetak gol perdana, namun Napoli harus kehilangan Di Lorenzo.
Preview big match Serie A 2025/26 antara Napoli vs Fiorentina di Stadion Diego Armando Maradona. Analisis taktik Antonio Conte vs Palladino dan prediksi skor.
Dua gol dari Joao Pedro di babak kedua memastikan kemenangan Chelsea, sekaligus mengakhiri perjalanan Napoli di kompetisi Eropa musim ini.
Menurut Rosenior, tingginya level persaingan membuat tidak ada laga yang bisa dianggap mudah, baik di Liga Champions, Serie A, maupun Premier League.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved