Senin 28 November 2022, 05:45 WIB

Southgate Dikecam karena Enggan Mainkan Foden

Basuki Eka Purnama | Sepak Bola
Southgate Dikecam karena Enggan Mainkan Foden

AFP/Paul ELLIS
Penyerang timnas Inggris Phil Foden

 

KEENGGANAN Gareth Southgate memainkan Phil Foden saat Inggris bermain imbang 0-0 melawan Amerika Serikat (AS) telah memberi tekanan kepada manajer The Three Lions itu jelang laga penentuan Grup B Piala Dunia 2022 melawan Wales.

Saat Inggris bekerja keras membuka pertahanan AS yang sangat baik di Stadion Al Bayt, Sabtu (26/11) dini hari WIB, Southgate memilih Jack Grealish dan Marcus Rashford untuk memberi perubahan pada lini serang mereka.

Dan, untuk kedua kalinya secara beruntun di laga Piala Dunia, Foden hanya menghangatkan bangku cadangan.

Baca juga: Ditahan Imbang AS, Southgate Tuai Kritikan

Setelah tampil singkat selama 19 menit ketika memenangi laga melawan Iran 6-2, Foden seakan merasa dirinya tidak berguna di bangku cadangan ketika timnya tampil lesu melawan AS.

Southgate lebih senang memasang Mason Mount di belakang striker Harry Kane, dengan Bukayo Saka pada lini serang kanan dan Raheem Sterling pada sisi kiri.

Meskipun kritik yang muncul dari para fan dan pundit soal pengasingan sang pemain 22 tahun itu diredam kala Inggris menghancurkan Iran, sorotan yang lebih keras tertuju kepada keputusan Southgate menyusul penampilan lesu timnya saat menemui jalan buntu menghadapi AS.

"Phil Foden tidak dimainkan itu sangat disayangkan karena dia adalah bakat yang besar. Dia pemain terbaik kami sejauh ini," kata mantan bek timnas Inggris Gary Neville.

Sedangkan Wayne Rooney, pemegang rekor gol Inggris, sepakat dengan Neville bahwa Foden seharusnya menjadi bagian dari starting line-up.

"Saya melihatnya aneh, Foden tidak datang sebagai pemain pengganti melawan AS. Dia akan menjadi bagian starting XI saya apabila saya bos tim Inggris," kata Rooney kepada the Times.

"Secara teknis, dia adalah pemain bola terbaik yang dimiliki Inggris. Saya rasa apabila Anda memiliki talenta seperti Foden, Anda harus memainkan dia," lanjutnya.

Foden memang dipasang pada awal dua pertandingan Inggris pada kualifikasi grup Piala Eropa 2020 tapi kehilangan tempatnya saat tim melaju ke final yang dimenangi Italia, karena cedera.

Ketika Foden muncul sebagai salah satu bakat paling bersinar Inggris, dengan ketrampilan yang ia tunjukkan di ajang Liga Primer Inggris dan Liga Champions, aneh rasanya apabila Southgate begitu enggan memainkan dia.

"Sungguh membingungkan bahwa dia tetap di bangku cadangan ketika permainan membutuhkan kreativitasnya. Dia terlalu berbakat," kata mantan bek Inggris Jamie Carragher dikutip AFP, Minggu (27/11).

Setelah laga melawan AS, Southgate menjawab kritik dengan mengatakan ia tidak ingin memberi Foden peran sentral karena dia seringnya bermain di sayap untuk City.

"Siapapun salah satu penyerang yang tidak saya turunkan apabila kami tidak memenangi pertandingan saya akan duduk di sini menjawab pertanyaan-pertanyaan," kata dia.

"Kami rasa itu bukanlah pertandingan untuk Phil di tengah karena dia tidak bermain di posisi itu bersama klubnya."

"Itu adalah pertandingan bagi yang berpengalaman di tengah. Kami suka Phil, dia adalah pemain super," imbuhnya.

Seorang manajer yang lebih blak-blakan dari Southgate mungkin juga mengatakan Foden belum mampu mereplikasi performa gemilangnya bersama City dalam 19 penampilannya dengan Inggris, di mana ia mencetak hanya dua gol dalam pertandingan internasional ketika membela negaranya.

Meskipun bermain imbang dengan AS, Inggris memegang kendali nasib sendiri dalam perebutan tempat di 16 besar.

Hanya kekalahan dengan selisih empat gol melawan Wales, Rabu (30/11) dini hari WIB yang dapat menghentikan laju Inggris ke babak sistem gugur, sedangkan kemenangan melawan negara tetangga itu akan memastikan The Three Lions menjadi juara grup.

Namun, melihat prospek babak selanjutnya di Piala Dunia 2022, Inggris harus mampu menunjukkan kecerdikan apabila mereka ingin mengalahkan tim-tim terbaik dunia dan mengangkat trofi turnamen mayor untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 1966.

Itulah kenapa para penggemar Foden yakin dia harus diberi kesempatan untuk menciptakan momentum saat ini.

Bagi Southgate, itu merupakan dilema yang harus ia pecahkan untuk menghindarkan perjuangan Inggris di Piala Dunia berakhir dengan percekcokan. (Ant/OL-1)

Baca Juga

AFP/Thomas KIENZLE

Penampilan Perdana Cancelo di Bayern Muenchen Tuai Pujian

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 02 Februari 2023, 08:15 WIB
Cancelo bergabung dengan Bayern dari Manchester City pada akhir jendela transfer Januari, Selasa (31/1) dan tampil sebagai starter di laga...
Instagram @justinhubner5

Wolves Perpanjang Kontrak Hubner

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 02 Februari 2023, 08:00 WIB
Hubner, yang saat ini sedang menjalani proses naturalisasi untuk dapat menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), akan berada di Wolves sampai...
AFP/CRISTINA QUICLER

Menang di Kandang Betis, Barcelona Mantapkan Posisi di Puncak Klasemen La Liga

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 02 Februari 2023, 07:50 WIB
Tim Catalan itu meningkatkan tekanan terhadap peringkat kedua klasemen Real Madrid, yang akan menjamu Valencia, Jumat (3/2) dini hari WIB,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya