Jumat 04 November 2022, 05:20 WIB

Green Falcons bukan sekadar Pelengkap

Akmal Fauzi | Sepak Bola
Green Falcons bukan sekadar Pelengkap

AFP
Timnas sepak bola Arab Saudi

 

TIMNAS Arab Saudi pergi ke Qatar dalam penampilan keenam mereka di Piala Dunia sejak debut di Amerika Serikat pada 1994. Green Falcons--julukan Arab Saudi--memang tidak diunggulkan di Grup C bersama Argentina, Meksiko, dan Polandia, tetapi mereka bisa mengecewakan lawan seperti yang mereka lakukan 28 tahun lalu di AS.

Saat itu, berstatus tim debutan, Arab Saudi justru mampu lolos hingga 16 besar. Mereka mengalahkan Belgia dan Maroko, tetapi kalah dari Belanda di pertandingan ketiga.

Pada penampilan Piala Dunia berikutnya, kepak sayap Green Falcons selalu terhenti pada babak penyisihan grup. Tahun ini, bermain di negara Asia, mereka jelas tidak mau selalu hanya pelengkap di setiap Piala Dunia yang mereka ikuti.

"Sekarang saatnya mengembalikan tim nasional ke kejayaannya dan mencapai babak 16 besar Piala Dunia lagi. Saya tidak tahu berapa lama saya akan menduduki peran ini, tetapi Anda harus selalu menetapkan tujuan yang ambisius dan melakukan semua yang Anda bisa untuk mencapainya," kata pelatih timnas Arab Saudi, Herve Renard.

Di atas kertas, kedalaman skuad yang menjadi lawan mereka di Qatar jauh lebih baik jika dibandingkan dengan Arab Saudi. Argentina dan Polandia bisa dikatakan menjadi favorit di Grup C, sedangkan Meksiko kerap memberikan kejutan.

Namun, Arab Saudi tidak boleh dianggap sebelah mata. Arab Saudi lolos ke Qatar dengan tren yang sangat baik. Mereka mampu menjadi juara Grup D di kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia dengan mencatatkan enam kemenangan dan dua imbang.

Lalu, tampil di babak ketiga, lagi-lagi mereka mampu menjadi juara grup. Tergabung di Grup B bersama Korea Selatan, Irak, Suriah, Libanon, dan Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi meraih delapan kemenangan dan satu kali imbang serta satu kali kalah.

Skuad mereka semua diisi pemain yang berlaga di liga domestik dengan mayoritas dari mereka bermain di Al-Hilal dan Al-Nassr. Di Qatar, pemain akan lebih padu karena memiliki lebih banyak waktu untuk fokus pada persiapan Piala Dunia.

Kompetisi domestik mereka sudah diistirahatkan sejak pekan ketiga Oktober dan langsung berkumpul di Abu Dhabi untuk memulai pemusatan pelatihan jika dibandingkan dengan kontestan lain yang pemainnya masih harus bermain di klub masing-masing hingga pertengahan November mendatang.

"Semakin banyak waktu yang bisa kita habiskan bersama sebelum Piala Dunia, semakin baik. Ini adalah kesempatan berharga bagi kita semua untuk bersiap sebaik mungkin,” kata Renard.

 

Grup sulit

Gelandang Arab Saudi Hattan Bahebri mengakui negaranya berada di grup yang sulit. Namun, Bahebri menegaskan timnya datang ke Qatar ingin meraih hasil positif. Menurutnya, para pemain termotivasi memberikan yang terbaik untuk negaranya.

"Kami tidak pergi ke Piala Dunia hanya untuk membuat angka. Dengan setiap penampilan baru, kami termotivasi untuk berbuat lebih banyak. Kami harus mencapai sesuatu untuk Arab Saudi," ujarnya.

Dengan mengusung spirit tampil lebih baik dari edisi Piala Dunia sebelumnya, pelatih Herve Renard akan mempersiapkan pemainnya dengan sebaik mungkin. Pelatih asal Prancis itu meminta anak asuhnya untuk berjuang maksimal di Piala Dunia 2022 dan membuat pendukung bangga.

"Kami memiliki serangkaian pertandingan yang sulit, tetapi sebagai pelatih atau pemain Anda bermimpi lolos ke Piala Dunia dan mengadu diri Anda dengan yang terbaik. Anda harus mempersiapkan diri dengan baik dan Anda harus kuat secara mental," kata Renard.

Renard sangat menyukai formasi 4-2-3-1. Selama 27 pertandingan yang dipimpin bersama pasukan the Green Falcons, ia mencatat 15 kemenangan, delapan seri, dan empat kali kalah.

Salah satu pemain andalannya ialah Salem Al-Dawsari. Pemain 30 tahun tersebut memiliki banyak pengalaman di timnas Arab Saudi yang bisa memberikan efek positif kepada timnya.

Al-Dawsari menjalani debut bersama timnas senior Arab Saudi pada 2012. Sejak saat itu, ia telah membela negaranya sebanyak 53 kali dan mencetak 14 gol. Pemain yang berposisi sebagai sayap kiri itu juga menjadi bagian Arab Saudi di Piala Dunia 2018.

Pelatih: Herve Renard

Bintang: Salem Al-Dawsari

Baca Juga

AFP

Van Gaal Kesal Media Belanda Lebih Puji Penampilan Brasil

👤Widhoroso 🕔Selasa 06 Desember 2022, 23:34 WIB
PELATIH Louis van Gaal merasa kecewa dengan pemberitaan media massa Belanda yang lebih memuji performa...
AFP

Termuda Setelah Pele, Gavi Cetak Rekor

👤Widhoroso 🕔Selasa 06 Desember 2022, 23:24 WIB
GELANDANG belia timnas Spanyol, Gavi, menjadi pemain termuda yang tampil sebagai starter di fase gugur Piala Dunia sejak pemain legendaris...
AFP/KARIM JAAFAR

Maroko Usung Asa Afrika Dan Jazirah Arab

👤Widhoroso 🕔Selasa 06 Desember 2022, 19:20 WIB
MISI berat diusung Maroko di babak 16 besar Piala Dunia 2022...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya