Sabtu 29 Oktober 2022, 09:30 WIB

Timnas Meksiko Berusaha Tepis Kutukan 16 Besar

Dhika Kusuma Winata | Sepak Bola
Timnas Meksiko Berusaha Tepis Kutukan 16 Besar

AFP/ALFREDO ESTRELLA
Timnas Meksiko

 

DI Piala Dunia, Meksiko merupakan salah satu dari 13 tim pionir yang tampil pada edisi perdana 1930. Hingga sekarang, mereka langganan di ajang sepak bola terelit itu, bahkan lebih sering ketimbang tim-tim besar lain seperti Prancis dan Inggris.

Namun, ketika bicara kesuksesan, Meksiko belum mampu mencapai tangga tertinggi. Laju terjauh skuat berjuluk El Tri itu belakangan hanya sampai babak 16 besar. Seolah menjadi kutukan, dalam tujuh edisi terakhir secara beruntun, mereka hanya bisa maju ke 16 besar lalu tumbang.

Meksiko pernah mencapai perempat final ketika menjadi tuan rumah pada edisi 1986 dan setelah itu tidak pernah melampauinya. Mereka terjebak pada pengulangan selalu gugur di 16 besar. Sebab itu, mencapai delapan besar di Qatar nanti menjadi ambisi yang perlu pembuktian.

Baca juga: Timnas AS dan Meksiko Akhirnya Raih Tiket Piala Dunia Qatar

Berkaca dari tren tersebut, skuat asuhan Gerardo Martino itu akan membawa mimpi besar. Hanya saja, inkonsistensi mereka sepanjang kualifikasi menuju Qatar berpotensi menghambat.

Meksiko dinilai gagal tampil sesuai harapan. Suara-suara yang meminta Martino mundur pun sempat berhembus kencang. 

Martino, yang baru memimpin skuat El Tri selama tiga tahun, bahkan mengakui sudah menjadi musuh publik nomor satu di Meksiko.

Ekspektasi tinggi muncul lantaran El Tri berstatus tim terkuat di kawasan sekaligus juara Piala Emas Concacaf 2019 ketika baru ditangani Martino. Namun, mereka gagal mempertahankannya tahun lalu setelah kalah dari Amerika Serikat (AS) di final.

Di babak kualifikasi zona Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia alias CONCACAF, Meksiko berada di posisi kedua, di belakang Kanada. Mereka hanya memenangi delapan laga dari 14 pertandingan.

Mantan pelatih Barcelona dan timnas Argentina itu dianggap belum mewujudkan gaya permainan yang konsisten dengan sistem 4-3-3 favoritnya. Sebagian kendala lantaran beberapa pemain kuncinya sempat cedera seperti Jesus Corona dan Raul Jimenez.

"Bagi saya, tidak ada yang bisa dipersoalkan dari (kritik) orang-orang. Ketika kami bermain melawan Polandia akan ada 50 ribu orang Meksiko yang mendukung. Di sini situasinya bahwa tim menghadapi Piala Dunia dan kami menatap ke depan dan itu akan mengubah pendapat orang," imbuhnya.

"Saya berkomitmen pada tujuan mencapai perempat final di Piala Dunia tetapi saya ingin menerapkan sistem dan gaya permainan yang jelas untuk menuju itu," kata pelatih yang akrab disapa Tata Martino itu.

Di Grup C, tantangan Meksiko tidak akan mudah dengan target bisa bercokol di posisi atas grup. 

Di laga pertama mereka harus mampu melewati Polandia. Setelah itu, mereka juga perlu mencuri poin melawan Argentina dan terakhir mengamankan kemenangan atas Arab Saudi demi bisa lolos.

Sebagian besar tim di Qatar bakal dihadapkan pada mepetnya persiapan karena edisi Piala Dunia kali ini digelar ketika musim dingin di tengah kompetisi klub.

Tata Martino tidak begitu khawatir dan menilai para pemainnya sudah terbiasa mengubah pola pikir bermain di klub ke timnas. Sebab itu, dia percaya diri para pemain membawa mental yang positif.

"Tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi dalam empat tahun lalu. Kami selalu menerima para pemain setelah mereka bermain di klub dan pemain timnas sudah tahu cara mengganti cip mereka," ujarnya,

Di Qatar, Martino dipastikan tidak akan membawa Javier Hernandez. Striker berjuluk Chicarito itu merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa Meksiko dengan 52 gol. 

Pemain berusia 34 tahun yang berseragam LA Galaxy itu sudah tidak bermain untuk El Tri sejak 2019.

Martino mengungkapkan dia lebih memilih pemain lain yang lebih muda dengan harapan agar menambah jam terbang. 

"Karena pasti banyak dari anak-anak ini bisa masuk daftar seleksi yang lebih tinggi tahun depan," ujarnya.

Dengan absennya Chicarito, ujung tombak dalam urusan mencetak gol akan ada di pundak Raul Jimenez. Ia dikenal tajam dalam bola-bola udara.

Hanya saja, Jimenez masih berjuang untuk ke performa terbaiknya sejak mengalami patah tulang tengkorak yang terjadi dua tahun lalu. Sepanjang kualifikasi ke Qatar, dia hanya mencetak tiga gol.

Di lini tengah, pemain senior Andres Guardado diprediksi akan menjadi tumpuan Tata Martino menjadi penyeimbang di lapangan. 

Gelandang Real Betis itu terkenal sebagai pengatur lini tengah, memiliki kemampuannya membaca permainan yang baik serta visi yang kreatif.

Guardado juga menjadi sosok pemimpin di skuad El Tri yang memiliki pengaruh baik di dalam maupun di luar lapangan serta berperan penting dalam mendukung keputusan pelatih.

Piala Dunia Qatar nanti akan menjadi yang kelima bagi Guardado yang menyamai rekor legenda Meksiko Antonio Carbajal. 

Guardado mencatatkan debutnya di Piala Dunia pada usia 19 tahun. Namun, Qatar juga kan menjadi ajang besar terakhirnya karena dia sudah mengumumkan akan pensiun dari timnas.

Di posisi penjaga gawang, nama legendaris Guillermo Ochoa masih akan memperkuat skuad. Meski sudah berusia 37 tahun, Ochoa selalu dipanggil ketika turnamen besar.

Sama seperti Guardado, keikutsertaan Ochoa di Qatar juga akan menjadi yang kelima kalinya di Piala Dunia. Lantaran pengganti yang sepadan belum muncul, kiper yang khas dengan rambut keriting itu masih menjadi sosok yang diandalkan. 

Prediksi pemain

Kiper: Guillermo Ochoa, Alfredo Talavera, Rodolfo Cota

Bek: Jorge Sanchez, Kevin Alvarez, Jesus Alberto Angulo, Nestor Araujo, Hector Moreno, Cesar Montes, Johan Vasquez, Jesus Gallardo, Gerardo Arteaga

Gelandang: Edson Alvarez, Hector Herrera, Andres Guardado, Erick Gutierrez, Luis Chavez, Erick Sanchez, Luis Romo, Carlos Rodriguez, Diego Lainez, Orbelin Pineda, Roberto Alvarado, Uriel Antuna

Penyerang: Jesus Corona, Hirving Lozano, Raul Jimenez, Alexis Vega, Rogelio Funes Mori, Henry Martin, Santiago Gimenez. (FIFA/ESPN/Medio Tiempo/OL-1)

Baca Juga

AFP

Jelang Laga Kontra Ghana, Korsel Harus Tampil Lebih Klinis

👤Akmal Fauzi 🕔Minggu 27 November 2022, 14:34 WIB
Ghana sama sekali tidak boleh dianggap remeh oleh Korea Selatan. Pasalnya, skuad asuhan Otto Addo berhasil membuat Portugal jatuh bangun di...
AFP

Swiss Tak Gentar Nama Besar Brasil

👤Akmal Fauzi 🕔Minggu 27 November 2022, 12:55 WIB
BEK Timnas Swiss Nico Elvedi mengatakan bahwa timnya tidak gentar dengan kekuatan serta kualitas Brasil saat kedua tim bertemu dalam...
dok.AFP

Kecemerlangan Mbappe Janganlah Segera Berakhir

👤Akmal Fauzi 🕔Minggu 27 November 2022, 11:45 WIB
DUA gol Kylian Mbappe dalam kemenangan 2-1 atas Denmark, Sabtu (26/11) malam WIB menjawab kekhawatiran Prancis yang dilanda badai cedera...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya