Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Berdasarkan statuta PSSI, anggota komite eksekutif termasuk jabatan ketua umum harus mundur jika berstatus tersangka.
MANTAN Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Nugraha Besoes, merekomendasikan agar La Nyalla Mattalitti mundur dari jabatan ketua umum PSSI. Rekomendasi itu sesuai dengan statuta PSSI bahwa anggota komite eksekutif (exco) termasuk jabatan ketua umum harus mundur jika berstatus tersangka.
La Nyalla sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus duga-an korupsi penggunaan dana hibah pada Kadin Jatim pada Maret lalu.
“Kalau sesuai statuta, ya harus berhenti jika sudah menyandang status tersangka. Sepp Blatter kan gitu. Karena suspect, jadi dia terus berhenti. Apabila sudah menjadi tersangka, dia tidak bisa jadi calon ketua umum, pengurus, atau tidak bisa jadi ketua,” ujar Nugraha di sela-sela Seminar Revolusi Mental Sepak Bola Indonesia, di Jakarta, kemarin.
Berkaca dari peraturan itu, pria yang menjadi pejabat PSSI selama 27 tahun itu meminta anggota Exco PSSI untuk legawa dan berinisiatif menggulirkan kongres luar biasa (KLB).
Menurut Nugraha, meskipun pahit, cara itu dinilai tepat untuk membuat sepak bola nasional kembali bangkit.
Di lain pihak, Ketua Umum Badan Sepak Bola Rakyat Indonesia (Basri) Eddy Sofyan mewacanakan untuk membentuk federasi baru sebagai salah satu opsi menyelesaikan kondisi sepak bola Indonesia saat ini. Namun, perubahan itu memang berpotensi menimbulkan penentangan di publik mengingat sejarah pembentukan PSSI memiliki nilai mendalam. PSSI dibentuk oleh Suratin sebagai bentuk eksistensi Indonesia dan perjuangan masyarakat atas penjajahan kala itu.
Tertunda
Sementara itu, jadwal penyelenggaraan kompetisi Indonesia Soccer Competition (ISC) A berpotensi mundur dari rencana semula. Itu disebabkan hingga hitungan hari sebelum kick-off pada 15 April mendatang, belum ada komunikasi konkret antara operator PT Gelora Trisula Semesta (PT GTS) dan pihak Tim Transisi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Walaupun begitu, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Gatot S Dewa Broto mengaku telah ada komunikasi secara informal dengan Tim Transisi. Namun, ia menyarankan PT GTS memundurkan jadwal jika merasa belum bisa memenuhi prasyarat yang telah ditentukan BOPI dan Tim Transisi.
“Poinnya, kalau melihat data kelengkapan yang masih banyak kekurangannya, mungkin mundur dalam beberapa hari, tapi tergantung kesanggupan mereka melengkapi itu. Jadi lepaskan ego untuk tujuan yang lebih baiklah,” kata Gatot, kemarin.
Di sisi lain, Direktur Operasional dan Pertandingan PT Gelora Trisula Semesta (PT GTS) Ratu Tisha masih optimistis ISC A akan berjalan sesuai jadwal pada 15 April mendatang. Jika tidak ada aral melintang, kick-off direncanakan digelar di Papua. “Semua sudah ready, tinggal menuggu pihak terkait untuk datang saja,” ujar Tisha. (R-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved