Jumat 08 Januari 2021, 07:39 WIB

Meski Akui Cavani tidak Rasis, FA tidak Cabut Sanksi

Basuki Eka Purnama | Sepak Bola
Meski Akui Cavani tidak Rasis, FA tidak Cabut Sanksi

AFP/Martin Rickett
Penyerang Manchester United Edinson Cavani

 

PANEL Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), Kamis (7/1), akhirnya menyatakan bahasa yang digunakan Edison Cavani dalam unggahan di media sosialnya tidak bersifat rasisme meski sang striker Manchester United tetap mendapat skorsing tiga laga.

Penyerang asal Uruguay itu, pekan lalu, diganjar larangan bermain tiga pertandingan dan denda 100.000 pound sterling (sekitar Rp1,9 miliar) karena mengunggah foto dengan pesan bertuliskan 'gracias negrito' yang ditujukan kepada temannya setelah Manchester United menang 3-2 atas Southampton, 29 November lalu.

FA memandang kata itu berbau rasisme dan temuan komisi peraturan FA yang dipublikasikan menjelaskan kenapa Cavani diberi sanksi minimum sesuai peraturan FA E3.1.

Baca juga: MU Rampungkan Kepindahan Diallo ke Old Trafford

"Komisi puas bahwa sang pemain menulis balasannya dengan apresiasi penuh kasih atas pesan dari teman Uruguaynya dan bahwa pesan itu tidak dirancang atau dimaksudkan untuk menjadi rasis atau menyinggung baik kepada temannya atau orang lain yang membaca konten dari postingan Instagram tersebut," ungkap FA dalam pernyataan resmi.

"Kesimpulan itu didukung olah semua bukti yang tersedia yang relevan dengan situasi di mana postingan tersebut dibuat dan dengan memperhatikan karakteristik dan respon pemain. Namun, tidak cukup bahwa sang pemain tidak memiliki niat seperti itu," lanjut FA.  

FA mengatakan para pendukung Liga Primer Inggris bisa melihat kata negrito, yang dalam bahasa Spanyol berarti orang kecil berkulit hitam, berbau rasisme.

Konfederasi sepak bola Amerika Selatan (CONMEBOL) dan Asosiasi sepak bola Uruguay telah mengkritik keputusan FA dalam menjatuhkan sanksi kepada Cavani.

Komisi FA menyatakan terkejut terhadap kurangnya pelatihan media yang diberikan kepada Cavani, yang bergabung dengan United pada Oktober lalu, sehingga dia bisa "Berada dalam posisi yang lebih baik untuk memahami perbedaan budaya yang mungkin bisa menimbulkan masalah dengan pemain asing yang mengunggah informasi di platform media sosial".

Akademi Bahasa Nasional Uruguay sempat dibuat berang oleh keputusan itu dan menyebut keputusan FA merupakan hasil dari 'kemiskinan pengetahuan budaya dan lingustik'.

Academia Nacional de Letras Uruguay, Jumat (1/1), seperti dilansir AFP, menyatakan kata 'negro' (orang berkulit hitam) atau diminutifnya 'negrito' - mirip dengan 'gordo' (gendut) atau 'gordito' dan 'flaco' (kurus) - merupakan istilah yang sering dipakai untuk menunjukkan rasa sayang kepada seseorang.

"Di Bahasa Spanyol (yang dipakai) di Uruguay, misalnya, di antara pasangan atau teman, antara orangtua dan anak, seseorang sering mendengar dan mengucapkan ekspresi seperti gordito, negri, negrito," demikian pernyataan resmi akademi tersebut.

"Bahkan, seseorang yang diajak bicara belum tentu kelebihan berat badan atau berkulit gelap."  

Di akhir pernyataannya, akademi tersebut mengatakan FA telah melakukan ketidakadilan serius terhadap seorang atlet Uruguay yang berada di tingkat internasional tertinggi dan telah menyingkap ketidaktahuan tentang penggunaan bahasa dan khususnya bahasa Spanyol, tanpa memperhatikan semua kerumitan dan konteksnya. (Ant/OL-1)

Baca Juga

MI/ Anggoro

Calon Ketum PSSI Diimbau Kampanye Beretika

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Senin 06 Februari 2023, 19:49 WIB
Di pemilihan nanti, para calon akan memperebutkan suara dari 87 pemilik suara dari asosiasi provinsi, klub-klub, hingga asosiasi...
ANTARA/Dhemas Reviyanto

Memiliki Rekam Jejak Kelas Dunia, Erick Thohir Dinilai Tepat Pimpin PSSI

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 06 Februari 2023, 19:37 WIB
Dari sejumlah kandidat yang ada, saya lihat sosok Erick Thohir memiliki kapasitas dan pengalaman mengelola sepak bola, bukan hanya lokal,...
Antara

Performa Arema FC Menurun, Manajemen Pecat Pelatih Javier Roca

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Senin 06 Februari 2023, 19:04 WIB
Manajemen Arema FC mengungkapkan bahwa keputusan untuk mengakhiri kerja sama lebih cepat, karenaJavier Roca dinilai belum mampu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya