Headline
Koruptor mestinya dihukum seberat-beratnya.
Transisi lingkungan, transisi perilaku, dan transisi teknologi memudahkan orang berperilaku yang berisiko.
PERJALANAN Ajax Amsterdam di Liga Champions 2018/2019 berakhir tragis. Di depan pendukungnya yang memadati Johan Cruijff Arena, kemarin dini hari, the Amsterdammers harus menelan pil pahit.
Gol ketiga Lucas Moura di menit akhir laga yang membuat Tottenham Hotspur menang 3-2, memupus ambisi Ajax kembali tampil di laga puncak kompetisi antarklub tertinggi di Eropa tahun ini. Dengan agregat 3-3, Ajax tersingkir karena kalah produktivitas gol tandang.
Apa yang dialami Ajax memang menyakitkan. Pasukan Erik ten Hag gagal meraih tiket ke final untuk pertama kali dalam 23 tahun yang sudah di depan mata.
“Saat Liverpool menyingkirkan Barcelona, kami sadar apa pun bisa terjadi di lapangan. Akan tetapi, apa yang kami alami tetap menyakitkan,” ungkap pemain belakang Ajax, Daley Blind.
Musim ini, Ajax memang tampil mengejutkan di Liga Champions. Tidak menjadi unggulan utama, Ajax justru membuat kejutan dengan menyingkirkan dua kandidat juara, Real Madrid dan Juventus, di babak 16 besar dan perempat final.
Kisah manis Ajax sepertinya akan berlanjut di semifinal. Membawa pulang kemenangan 1-0 dari kandang Tottenham, Ajax makin di atas angin setelah unggul dua gol lebih dulu atas Tottenham di leg kedua. Namun, semua harapan dan kisah manis itu buyar saat Lucas Moura membawa Tottenham membalikkan keadaan dengan hattricknya.
“Kami seharusnya tidak tersingkir. Impian kami tampil di final telah kandas,” ungkap kapten Ajax, Matthijs de Ligt.
Namun, Ajax tidak mau terus larut dalam kekecewaan. Perjuangan musim ini belumlah berakhir. Gelar di Liga Belanda masih menjadi hal yang harus diperjuangkan.
Menyisakan dua laga, Ajax yang memimpin klasemen saat ini hanya unggul selisih gol atas pesaing utamanya, PSV. “Kami harus kembali ke jalur kemenangan di Eredivisie,” tegas Blind. (AFP/Des/R-1
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved