Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
MENYUSUL kasus rasisme dalam pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2020 melawan Inggris, Asosiasi Sepak Bola Montenegro (FSCG) mengatakan siap menghukum para suporternya yang terlibat dalam tindakan rasis tersebut.
"Jika memang ada tindakan rasis, FSCG akan melakukan identifikasi terhadap individu-individu yang terlibat dan akan menjatuhkan sanksi larangan menonton pertandingan yang digelar FSCG," ungkap FSCG dalam sebuah pernyataan resmi, Rabu (27/3).
Insiden rasis tersebut, kata FSCG, merupakan kasus pertama yang mereka alami dalam sebuah pertandingan internasional.
"Tidak ada tempat bagi sikap tersebut di negara yang multikultur dan multietnik seperti Montenegro, kata FSCG.
Badan sepak bola Eropa (UEFA) telah memulai investigasi atas kasus rasis saat pertandingan antara Inggris dan tuan rumah Montenegro dalam pertandingan babak kualifikasi Piala Eropa 2020, Senin (25/3) di Stadion Pod Goricom, Podgorica.
Baca juga: Isu Rasial Warnai Kemenangan Inggris
Pemain Inggris Danny Rose dan Raheem Sterling menjadi korban penghinaaan bernada rasis yang terdengar sepanjang pertandingan, yang dimenangi Inggris 5-1.
Kedua pemain dan juga sebuah organisasi independen mendesak agar UEFA menjatuhkan sanksi tegas terhadap pelaku rasis tersebut.
UEFA, Selasa (26/3), mengatakan pihaknya sudah memulai investigasi, dengan hasilnya akan dibawa ke panel komite Pengawas, Etika dan Disiplin UEFA pada 16 Mei mendatang.
Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) menyambut upaya UEFA tersebut atas kasus yang mereka sebut sebagai teriakan rasis yang menjijikkan.
"Perilaku tersebut tidak bisa diterima di pertandingan manapun, dan kami menyambut keputusan UEFA hari ini untuk bertindak," kata FA dalam pernyataannya.
Sementara itu, Sterling, yang menutup telinganya di dekat tribun suporter tuan rumah setelah mencetak gol, mengatakan para penonton tersebut seharusnya dilarang masuk stadion.
Sedangkan organisasi pemantau independen FARE mengatakan pihaknya telah menempatkan seorang pemantau pada pertandingan itu dan akan menyampaikan laporan.
"Kami ada seorang observer yang mengumpulkan bukti adanya perilaku rasis. Tim akan akan mengompilasi bukti-bukti itu untuk disrangkan ke UEFA, kata FARE. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved