Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
ITALIA berhasil memetik kemenangan pada laga perdana melawan Finlandia di Grup J Kualifikasi Piala Eropa 2020, Sabtu (23/3) waktu setempat.
Gli Azzurri mampu mengalahkan pasukakn Markku Kanerva lewat gol yang disarangkan Nicollo Barella dan Moise Kean pada menit 7 dan 74.
Bertindak sebagai tuan rumah, Gianluigi Donnarumma dan kolega mampu mendominasi permainan sampai akhir pertandingan. Tercatat penguasaan bola Italia 60% berbanding 40% serta 6 tendangan pojok 5 berbanding 0 atas tim tamu serta 11 tendangan dengan 3 di antaranya mengarah tepat ke penjaga gawang Finlandia, Lukas Hradecky.
Dari tiga tendangan tersebut, 2 gol berhasil menggetarkan jala Finlandia berkat aksi individu Barella saat pertandingan baru berjalan 7 menit.
Kemudian serangan demi serangan terus dilancarkan Italia hingga mampu memperlebar keunggulan setelah umpan Ciro Immobile bisa dikonversi menjadi gol oleh pemain muda, Moise Kean.
Pemain bernomor punggung 14 ini berhasil membuat Italia membubuhkan gol kedua sekaligus memastikan poin sempurna karena Kasper Haemaelaeinen dan kawan-kawan tak dapat membobol gawang Donnarumma hingga peluit panjang ditiup wasit asal Israel, Orel Grinfeld.
Baca juga: Barella dan Kean Antar Italia Kalahkan Finlandia
Bintang muda Italia yang bermain di Juventus ini mengaku kesempatan bermain di panggung internasionalnya harus mampu memberikan banyak kontribusi bagi tim.
Maka segala pelajaran yang dimilikinya telah diterapkan termasuk yang bersumber dari mega bintang asal Portugal, Juventus, Cristiano Ronaldo yakni mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi segala kemungkinan yang dapat terjadi.
Dengan pelajaran tersebut, Kean yang berada didaftar pemain cadangan melumat sesi latihan dengan serius. Pasalnya, bagi pelatih untuk memilihnya masuk tim utama sangatlah berat karena dibayangi keragu-raguan atas apa yang bisa diberikan kepada tim.
Namun, ketika kesempatan yang terbilang jarang itu didapatkan pemain berumur 19 tahun ini dapat dibalas dengan membantu tim meraih poin sempurna.
Mancini memilih Kean bukan atas rencana utamanya karena itu terpaksa akibat Federico Chiesa masih dibekap cedera. Meski demikian, Kean selalu mempersiapkan diri untuk menghadapi segala keputusan yang keluar dari sang pelatih.
"Saya belajar dari Cristiano Ronaldo, di setiap sesi latihan (di Juventus), saya mencuri rahasianya. Saya selalu berusaha untuk siap dan berlatih secara teratur sehingga saya siap ketika saatnya tiba," kata Keane, yang lahir di Vercelli, Italia, dari orangtua asal Pantai Gading dilansir dari AFP. Minggu (24/3).
Menurut dia, ketika telepon pribadinya berdering dan keluar suara sang pelatih timnas negaranya, kebahagiaan muncul seketika. Hal itu bertambah subur ketika Mancini menyatakan dirinya akan dimainkan dalam tim utama pada laga perdana Italia.
"Ketika saya mendapat telepon, saya bersemangat, bersemangat, ingin menunjukkan apa yang bisa saya lakukan. Ciro (Immobile) memberi saya bantuan luar biasa dan itu berkat dia dan seluruh tim yang bisa saya cetak," ungkapnya.
Kean yang lahir pada 2000 ini baru dua kali memperkuat Gli Azzuri. Pertandingan pertamanya yakni ketika laga persahabatan antara Italia melawan tim Amerika Serikat pada November lalu namun sebagai pemain pengganti.
Kemudian di laga kedua ia baru membuat gol namun sangat berarti karena di pertandingan lebih kompetitif serta membantu Italia mengumpulkan modal untuk lolos dari kualifikasi ini.
Golnya melawan Finlandia membuatnya menjadi pemain Italia termuda kedua yang mencetak gol bagi tim nasional setelah mantan pemain Juventus Bruno Nicole pada 1958 saat melawan Prancis. Nicole kala itu berusia 18 tahun dan 258 hari.
Bagi Mancini, Kean bukan pemain biasa yang dibutuhkan hanya saat tim benar-benar lemah. Pasalnya, Kean memiliki kualitas yang mumpuni dan bisa melapisi pemain utama bahkan masuk line-up dengan mudah.
"Dia memiliki kualitas yang hebat, tetapi semua terserah dia - margin untuk peningkatan sangat besar," pungkas Mancini.
Berkat hasil laga pertama tersebut, Italia berada di posisi kedua klasemen karena Yunani yang sama-sama mendapatkan poin sempurna lewat 2 gol tanpa balas lebih berhak memuncaki klasemen. Alasannya, kemenangan Yunani diraih dari laga tandang dengan melawat ke kandang Liechteinstein.
Posisi ketiga didiami Bosnia and Herzegovina karena pada laga kandangnya berhasil menang atas Armenia dengan 2 gol namun kebobolan 1 gol. Sementara Finlandia dan Liechteinstein harus rela di dasar klasemen group J.
Laga berikutnya akan tersaji pada 27 Maret dengan memepertemukan Armenia menjamu Finlandia, kemudian Bosnia and Herzegovina bermain di kandang melawan Yunani serta Italia di hadapan pendukungnya menghadapi juru kunci sementara, Liechtenstein. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved