Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Mantan Presiden Barcelona Dituduh Beli Hati Ilegal untuk Abidal

Gregorius Gelino
05/7/2018 12:00
Mantan Presiden Barcelona Dituduh Beli Hati Ilegal untuk Abidal
Eric Abidal diangkat oleh rekan-rekannya sebagai penghormatan usai laga La Liga antara Barcelona vs Malaga di Camp Nou 1 Jun1 2013(AFP/ Lluis GENE)

MANTAN Presiden Barcelona Sandro Rosell dituduh telah memberikan hati ilegal kepada mantan pemain Barcelona, Eric Abidal. Menurut laporan El Confidencial, empat panggilan telepon yang disadap dapat memberatkan Rosell.

Abidal, pada 2011, didiagnosa mengidap kanker hati sehingga membutuhkan transplantasi hati untuk bertahan hidup. Mantan pemain Prancis itu menjalankan operasi pertamanya di Rumah Sakit Barcelona dan mampu kembali bermain setelah sebulan.

Namun, pada 2012, Abidal didiagnosa menderita sakit yang lebih parah sehingga membutuhkan transplantasi secepatnya.

Pada 10 April 2012, Abidal kembali ke Barnclinic, cabang Rumah Sakit Klinik Barcelona, setelah mendapat donor yang disebut-sebut sebagai sepupunya yang bernama Gerard yang tinggal di Paris. Untuk menghormati privasi keluarganya, klinik tersebut tidak menelusuri lebih jauh.

Pada 2017, panggilan telepon yang dilakukan Rosell mengungkapkan latar belakang donor yang ternyata diliputi kejahatan.

Pada investigasi terhadap pencucian uang Rosell, Otoritas Keamanan Nasional Spanyol mengungkap bahwa Rosell dan seseorang dengan nama Juanjo membeli hati ilegal untuk operasi Abidal. Sementara pernyataan bahwa pendonornya adalah sepupu Abidal hanya alasan agar bisa menghindari skandal.

Baru-baru ini, Rosell, yang sudah setahun berada di penjara Soto del Real, membantah segala tuduhan tentang pembelian organ tubuh ilegal tersebut melalui pengacaranya.

"Saya tidak mengetahui apapun tentang fakta tersebut atau apakah hal tersebut benar adanya. Hal yang aneh jika seseorang bisa membeli hati ilegal dan bisa melakukan transplantasi di rumah sakit umum seperti Rumah Sakit Klinik Barcelona," ungkapnya. (Medcom/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya