Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Setop Virus Ketergantungan Messi

Satria Sakti Utama
20/6/2018 18:39
Setop Virus Ketergantungan Messi
(AFP PHOTO / JUAN MABROMATA)

"LIONEL Messi merupakan alien yang sedang mempermainkan manusia", begitu komentar kiper kawakan Timnas Italia Gianluigi Buffon mendeskripsikan titisan Diego Maradona tersebut. Namun, tak hanya Buffon yang punya anggapan serupa. Kompatriotnya di Barcelona Gerard Pique hingga bos Timnas Iran Carlos Queiroz berpikir demikian.

Messi merupakan bakat terbesar sepak bola dengan catatan lima trofi pemain terbaik dunia. Hanya bintang Real Madrid Cristiano Ronaldo yang menyamai torehannya tersebut. Yang lebih mengesankan karena ia juga telah mempersembahkan total 27 gelar bagi Barcelona.

Saking sentralnya peran Messi, penampilan tim yang dibelanya selalu linier dengan performanya. Banyak pihak yang menyebutnya sebagai 'Messidependencia'. Dalam sisi positif Messi selalu keluar sebagai 'juru selamat', tapi efek setelahnya layaknya 'obat penenang' yang menimbulkan efek ketergantungan.

Sayangnya, virus tersebut telah menjangkiti Timnas Argentina. 'Albiceleste'--julukan Argentina-- tidak memiliki aura jika Messi saat tak bermain. Tapi jika performanya buruk, tim pun turut bermain buruk.

Penyakit ini kembali kambuh akhir pekan lalu. Argentina harus menerima kenyataan pahit ditahan imbang tim debutan Islandia dengan skor 1-1 karena Messi tak punya ruang gerak. Messi melakukan 11 kali percobaan mencetak gol dalam laga yang digelar di Moskow. Namun, tak satu pun berbuah hasil. Ia juga gagal mengeksekusi tendangan penalti dlaam laga tersebut.

Belajar dari laga tersebut, bek Timnas Argentina Gabriel Mercado berharap virus 'Messidependencia'. Terlebih Argentina membutuhkan poin penuh saat melakoni laga kedua Grup D kontra Kroasia di Novgorod, Jumat (22/6) dini hari.

"Hampir tak mungkin untuk tidak berpikir memberikannya bola. Tapi kenyataannya, ini merupakan permainan satu tim dan kami harus mengambil tanggung jawab pada tugas masing-masing," kata Mercado.

Pelatih Timnas Argentina Jorge Sampaoli memiliki beban berat untuk mengatasi masalah yang telah menaun tersebut. Namun, rasanya eks pelatih Sevilla ini belum punya jalan keluar jitu. Sampaoli hanya akan merubah ide permainan dengan mengganti formasi menjadi tiga bek sejajar.

Membocorkan Informasi

Menghentikan Messi merupakan tugas utama setiap lawan yang akan menghadapinya, tidak terkecuali untuk Kroasia. Pelatih Timnas Kroasia Zlatko Dalic pun mengorek informasi sebanyak-banyaknya untuk mematikan pergerakan pemain 30 tahun tersebut.

Data mengenai Messi pun banyak bocor dari gelandang Ivan Rakitic, yang notabene rekan setimnya di Barcelona. Dalic menyebut Rakitic sebagai asistennya selama masa persiapan jelang melawan Argentina di Novgorod pada Jumat (22/6).

"Tentu Rakitic akan menjadi asisten saya untuk tiga hari ke depan dan kami akan mencari beberapa nasehat untuk menghentikan Messi," kata Dalic.

"Ivan (Rakitic) akan mengatakan kepada saya, saya akan menggunakan seluruh informasi yang didapat. Terdapat Luka (Modric) dan (Mateo) Kovacic yang sering melawannya juga dapat membantu," imbuhnya.

Kemenangan atas Argentina ialah tiket ke babak 16 besar. Hal ini yang membuat Kroasia sangat bernapsu menaklukan Argentina. Sebelumnya 'Vatreni '

--julukan Kroasia-- sukses meraup tripoin seusai mengalahkan Nigeria 2-0 di pertandingan pertama. (AFP/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya