Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KROASIA memperbesar peluang lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 Rusia.
Saat menjamu Yunani di leg pertama babak play-off zona Eropa di Maksimir Stadium Zagreb, dini hari tadi, Kroasia menang telak 4-1.
Kemenangan besar itu menjadi modal Kroasia saat menjadi tamu di Yunani pada Senin (13/11) pekan depan.
Cukup bermain imbang, Luka Modric dan kawan-kawan akan lolos ke Rusia.
Kemenangan besar Kroasia diawali penalti Modric menit ke-13 dan Nikola Kalinic 6 menit kemudian. Bek Yunani Sokratis Papastathopoulos sempat memperkecil ketinggalan menit ke-30 sebelum Ivan Perisic menambah gol bagi tuan rumah pada menit ke-33.
Di babak kedua Kroasia menambah satu gol melalui Andrej Kramaric menit ke-49.
Walaupun membawa tim asuh-annya meraih kemenangan telak, pelatih Kroasia Zlatko Dalic memilih bersikap merendah. Pengganti Ante Cacic itu menyebut dirinya hanya bumbu pelengkap dalam permainan tim asuhannya.
"Banyak pemain luar biasa di tim yang tidak membutuhkan banyak hal lagi, hanya sedikit dukungan dan kepercayaan," tuturnya seusai pertandingan.
Meski demikian, Dalic tetap mengingatkan bahwa perjuangan Luka Modric dkk belumlah usai.
"Kami punya pertandingan yang luar biasa, tapi kami baru menyelesaikan setengah pekerjaan kami. Kami tidak seharunya bersantai dan belum ada yang telah menjadi hasil final saat ini," imbuhnya.
Bagi Yunani, defisit tiga gol membuat perjuangan untuk lolos ke Rusia tahun depan makin sulit.
Papatathopoulus menyebut kekalahan dari Krosia sebagai malam yang buruk bagi Yunani.
"Kami membuat kekalahan yang tidak bisa dipercaya, kebobolan banyak gol yang sebenarnya bukan tipikal kami. Setelah ini, praktis 90% kami tidak akan lolos. Tentu kami akan berjuang pada Senin, tapi kami juga harus realistis," jelas pemain Borussia Dortmund itu.
Memprotes wasit
Di laga lain, keuntungan bermain di kandang gagal dimanfaatkan Irlandia Utara.
Ketika menjamu Swiss di Stadion Windsor Park, Irlandia Utara kalah 0-1.
Pelatih Irlandia Utara Michael O'Neill menuding kekalahan itu disebabkan buruknya kepemimpin-an wasit Ovidiu Hategan.
O'Neill kesal karena satu-satunya gol yang tercipta di laga tersebut terjadi dari titik penalti pada menit ke-58 yang dimanfaatkan dengan baik oleh Ricardo Rodriguez.
Hategan menunjuk titik putih karena Corry Evans dinilai melakukan handsball.
Akan tetapi, O'Neill menyebut bola mengenai punggung Evans dan penalti seharusnya tidak pernah terjadi.
"Dia (Hategan) hanya berada sekitar 5 meter dari insiden itu. Itu berada di garis penglihatannya. Bola itu lebih banyak mengenai punggungnya daripada tangannya. Tidak ada yang mengklaim untuk itu. Ini sangat membingungkan," jelas pelatih 48 tahun itu.
Hasil tersebut membuat Norn Iron, julukan Irlandia Utara, wajib mencetak minimal dua gol dan meraih kemenangan untuk melenggang ke Piala Dunia tahun depan.
(AFP/goal/R-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved