Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
TIDAK perlu target muluk-muluk bagi timnas Indonesia U-16 menatap pertandingan terakhir melawan Laos dalam penyisihan Grup G kualifikasi Piala Asia U-16 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand, sore ini.
Tim asuhan Fakhri Husaini itu hanya butuh satu poin untuk merebut tiket ke putaran final yang akan berlangsung di Malaysia, September tahun depan.
Tambahan satu poin akan membuat Indonesia meraih 10 poin dan dipastikan menjadi juara grup. Akan tetapi, ada skenario terburuk yang membuat peluang timnas ‘Garuda Asia’--julukan timnas U-16-menuju Malaysia pupus.
Skenario tersebut ialah Laos sukses meraih kemenangan di dua pertandingan terakhir melawan Indonesia dan Thailand. Jika itu terjadi, Indonesia akan tergeser ke peringkat kedua karena kalah head to head dari Laos.
Dalam penentuan lima peringkat kedua terbaik dari 10 grup pun Indonesia bakal dirugikan dengan aturan pemangkasan hasil melawan tim juru kunci.
Aturan itu bakal membuat kemenangan fantastis 18-0 kontra Kepulauan Mariana Utara tidak terhitung jika Indonesia berada di peringkat kedua. Kejadian serupa juga terjadi saat penentuan tim yang lolos di kualifikasi Piala Asia U-23 Juli lalu.
Balas Dendam
Menilik tiga penampilan sebelumnya di Grup G , Indonesia memang pantas diunggulkan dari Laos. Namun, Thim Xad--julukan Laos--pernah mempermalukan Rendi Juliansyah dan kawan-kawan di Piala AFF U-15 di Thailand, Juli lalu. Kala itu Indonesia kalah 2-3 di IPE Chonburi Stadium.
Kekalahan tersebut menimbulkan bekas cukup dalam bagi Fakhri Husaini jelang kembali bersua Laos. Kali ini Fakhri menegaskan timnya tidak akan menganggap remeh Laos seperti sebelumnya dan menargetkan balas dendam.
“Kami sudah pernah bertemu dengan mereka, kami banyak belajar dari kekalahan sebelumnya. Apa yang telah mereka perbuat di Piala AFF U-15 Juli lalu tentu akan kami tuntaskan dengan kemenangan saat besok menghadapi mereka,” tutur Fakhri.
Meski demikian, pelatih asal Aceh itu merencanakan rotasi pemain untuk mengatasi keletihan pascapertandingan penuh intriks kontra Thailand sebelumnya. Perubahan formasi pemain akan dilakukan Fakhri untuk meraih hasil maksimal
Gelandang Brylian Aldama yang diistirahatkan berpeluang dimainkan. Duo penyerang Rendi Juliansyah dan Amanar Abdillah, pencetak gol kemenangan kontra Thailand, berpeluang tampil kembali setelah hanya bermain setengah babak.
Amanar berharap dukungan suporter kembali menyemut untuk membakar semangat timnas Indonesia U-16 layaknya saat melawan Thailand, Rabu (20/9). Dukungan suporter, menurutnya, akan menambah semangat pemain.
“Saya berharap permainan kami juga didukung suporter yang datang ke stadion seperti saat kami melawan Thailand. Saya berharap dukungannya dari para pecinta sepak bola dan timnas,” ujarnya.
Jika timnas U-16 Indonesia berhasil lolos ke Piala Asia U-16, penantian delapan tahun untuk kembali berkiprah di ajang Asia telah terpenuhi. Terakhir, Indonesia berpartisipasi dalam ajang tersebut pada 2010. (R-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved