Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Tebas belum Berhenti Menebas

Achmad Maulana
08/9/2017 09:34
Tebas belum Berhenti Menebas
(Presiden La Liga Javier Tebas---AFP/ROSLAN RAHMAN)

SAGA transfer bintang Barcelona Neymar ke Paris Saint-Germain sejatinya sudah berakhir. Meski begitu, bukan berarti hal itu tidak menyisakan bara.

Presiden La Liga Javier Tebas bahkan mengaku tidak puas dengan respons Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) mengenai transfer tersebut. Padahal, menurut dia, pemilik PSG terang-terangan telah menertawai sistem financial fair play (FFP) UEFA.

Betapa tidak? Ketika mereka menebus Neymar, mereka harus mengeluarkan dana sebesar 222 juta euro. Tidak berhenti sampai di situ, mereka juga merogoh kocek sebesar 180 juta euro ketika meminjam bintang Prancis Kylian Mbappe dari AS Monaco dengan opsi pembelian.

Demikian juga dengan Manchester City. Klub Liga Primer Inggris jelas-jelas telah melanggar FFP. Mereka diperkirakan telah mengeluarkan dana sebesar 242 juta euro untuk belanja pemain.

Namun, UEFA, kata dia, hanya mengumumkan akan melakukan investigasi utnuk melihat apakah klub-klub tersebut telah melanggar aturan FFP.

“Itu tidak bisa ditoleransi. PSG sudah menertawai sistem tersebut,” tegas Tebas di Soccerex Global Convention, Manchester, Inggris.

“Betul, Neymar sudah pergi bersantai di kolam renang, tapi itu tidak bisa ditoleransi. Ini bukan melulu soal Neymar. Kami di La Liga sudah berjuang keras untuk mendapatkan hak siar televisi kolektif. Kini kami dihancurkan dan kejadian ini akan merusak industri sepak bola,” lanjut pria berusia 55 tahun tersebut.

Tebas, yang merevolusi La Liga sejak mengambil alih tampuk pimpinan pada 2013, memang berusaha keras merancang hak siar kolektif meski di bawah tekanan. Namun, PSG sama sekali tidak membayar harga pasar.

“Semua PSG yang lakukan seperti menyalakan keran gas,” kata dia, mengacu pada cadangan gas Qatar yang besar. “Inilah yang PSG lakukan selama empat tahun terakhir.”

“Faktanya ada beberapa tim yang menggunakan kekuatan uang untuk bermain selama satu musim demi memenangi liga mereka atau Piala Eropa meski beberapa gagal juga. Jadi tidak adil bagi tim yang bermain sesuai dengan peraturan yang sudah menjadi korban.”

Mulai reda
Dengan berakhirnya jendela transfer musim panas, beberapa tim mulai tenang. Playmaker Li­verpool Philippe Coutinho bahkan dikabarkan sudah mulai kembali berlatih setelah gagal menyeberang ke Barcelona.

Sebelumnya, pemain asal Brasil itu disebut-sebut mo­gok bermain lantaran Liverpool menghalangi kepindahannya ke Camp Nou. Ia bahkan belum bermain lagi sepanjang musim ini meski tetap membela timnas Brasil di babak kualifikasi Piala Dunia melawan Ekuador dan Kolombia.

Senada, striker Arsenal Alexis Sanchez juga diyakini sudah bisa menerima kenyataan bahwa dirinya masih akan membela klub asal London tersebut. Bahkan arsitek Arsenal Arsene Wenger berjanji akan membantu Sanchez untuk mengembalikan performanya.

“Saya tidak ragu dengan mentalnya. Ia harus kembali bugar. Akan tetapi, ia punya mental yang kuat dan saya berharap dia akan menemukan kembali performa terbaiknya dengan cepat,” ujar pelatih asal Prancis itu. Sebelumnya, Sanchez disebut-sebut akan hijrah ke Manchester City. (AFP/AP/R-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya