Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
JILID baru rivalitas antara Juventus dan AS Roma dimulai pada pertemuan pertama keduanya di laga terakhir International Champions Cup 2017 di Foxborough, Massachusetts, Amerika Serikat, besok.
Pada musim lalu, i Bianconeri--julukan Juventus--sukses mengakhiri kompetisi Serie A dengan mengklaim scudetto keenam secara beruntun, Mei lalu. Namun, sepekan sebelum memenangi laga gelar Serie A ke-33 dengan menang 3-0 kontra Crotone, i Bianconeri telah lebih dulu tercoreng dengan kekalahan telak 1-3 dari i Giallorossi--julukan AS Roma.
Dengan akan bergulirnya kompetisi Serie A 2017-2018 tiga pekan mendatang, Juve menginginkan hasil maksimal sebagai modal dalam peperangan mereka selanjutnya. Apalagi dua gelar telah diincar Massimiliano Allegri pada musim depan, yakni scudetto tujuh musim beruntun dan trofi Liga Champions, gelar yang gagal mereka dapatkan musim lalu.
Allegri pun merasa skuatnya masih membutuhkan banyak perbaikan setelah menang 3-2 di laga kontra Paris Saint-Germain, Kamis (27/7) dan kekalahan 1-2 atas Barcelona, Minggu (23/7).
Kemenangan atas i Giallorossi akan menjadi suntikan motivasi mereka dalam memulai pemburuan gelar musim depan. "Kami butuh memperbaiki kondisi. Kami punya waktu untuk mempersiapkan diri dan bersiap menghadapi Supercoppa (Italia). Untuk tiba di akhir musim dan fokus pada tujuan, kami tentu akan membutuhkan pengorbanan dari semua orang," ujar Allegri.
Rivalitas Juventus dan AS Roma selalu meningkat dalam setiap pertemuan. Status sebagai tim raksasa Italia membuat keduanya ingin saling mengalahkan. Laga kedua tim telah menjelma menjadi bentrok musuh abadi.
Dalam lima pertemuan terakhir, kekuatan kedua tim cukup setara dengan perolehan masing-masing dua kemenangan dan satu hasil imbang. Hanya, di turnamen pramusim ICC 2017, Roma menunjukkan konsistensi. 'Serigala Ibu Kota' itu tidak kalah di dua laga sebelumnya, unggul 3-2 atas Tottenham Hotspur dan imbang 1-1 saat jumpa PSG. Hasil tersebut menjadi modal bagi La Magicca untuk membalas sakit hati mereka yang hanya finis sebagai runner-up di Serie A musim lalu.
Serangan cepat
Laga ini akan menjadi yang pertama bagi pelatih baru AS Roma, Eusebio di Francesco, dalam beradu taktik dengan tim pesaing terberat mereka tersebut. Francesco pun tampaknya telah menemukan strategi yang tepat untuk dapat merebut kemenangan di laga ICC terakhir mereka.
Menurutnya, timnya akan tampil dengan serangan dari semua lini. "Dari segi taktik, kita perlu permainan yang sesuai dengan gaya kita. Kami akan menyerang secepat mungkin dan waspadai serangan balik," ujar Di Francesco.
Francesco diprediksi membuat beberapa perubahan di tim utama. Di lini pertahanan, Kostas Manolas kemungkinan dimainkan bersama dengan pendatang baru dari PSV, Hector Moreno. Lorenzo Pellegrini juga akan bermain di lini tengah serta Cengiz Under dan Marco Tummenillo menjadi andalan untuk menajamkan serangan.
Di kubu Juventus, Federico Bernardeschi diprediksi menjalani debut sejak datang dari Fiorentina. Sementara itu, Claudio Marchisio menjadi tumpuan setelah menyumbang dua gol saat melawan PSG. (Goal/football-italia/R-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved