Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
SEEKOR buaya purba, yang hidup di Korea Selatan sekitar 120 juta tahun lalu, berjalan dengan dua kaki seperti halnya Tyrannosaurus rex. Itu berdasarkan analisis pada jejak fosil yang ditemukan di situs penggalian Sacheon Jahye-ri di Korea Selatan.
Para peneliti dari Korea Selatan, Australia, dan AS menganalisis jejak fosil tersebut. Awalnya, para peneliti berpikir bahwa jejak itu dibuat oleh reptil purba lain, Pterosaurus, yang bisa terbang tapi akan berjalan dengan dua kaki.
Jejak tersebut ternyata milik hewan yang panjangnya diperkirakan lebih dari 3 meter. Para peneliti percaya bahwa jejak kaki yang telah ada sekitar 110 juta-120 juta tahun lalu itu mungkin milik spesies baru bernama Crocodylomorph, yang merupakan nenek moyang buaya saat ini. (Daily Mail/Nur/X-11)
Dinosaurus yang diberi nama Doolysaurus huhmini ini merupakan jenis neornithischian awal yang berhasil diidentifikasi melalui teknologi pemindaian CT canggih.
Telur purba ini memiliki panjang hampir 30 sentimeter, ukuran yang sangat besar untuk telur bercangkang lunak.
Penelitian terbaru mengungkap fakta mengejutkan: beberapa spesies buaya purba berevolusi menjadi herbivora, memakan tumbuhan, berbeda dari buaya modern yang karnivora.
ilmuwan menemukan fosil hewan darat pemakan tumbuhan yang hidup sekitar 307 juta tahun lalu di Kanada.
Tiga rahang, termasuk satu milik anak-anak, gigi, tulang belakang, dan tulang paha ditemukan di sebuah gua yang dikenal sebagai Grotte à Hominidés di Thomas Quarry di Casablanca, Maroko
Jurnal Nature, mengungkap temuan fosil manusia purba berusia sekitar 770 ribu tahun di Grotte à Hominidés, sebuah gua di wilayah barat daya Casablanca, Maroko.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved