Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEEKOR buaya purba, yang hidup di Korea Selatan sekitar 120 juta tahun lalu, berjalan dengan dua kaki seperti halnya Tyrannosaurus rex. Itu berdasarkan analisis pada jejak fosil yang ditemukan di situs penggalian Sacheon Jahye-ri di Korea Selatan.
Para peneliti dari Korea Selatan, Australia, dan AS menganalisis jejak fosil tersebut. Awalnya, para peneliti berpikir bahwa jejak itu dibuat oleh reptil purba lain, Pterosaurus, yang bisa terbang tapi akan berjalan dengan dua kaki.
Jejak tersebut ternyata milik hewan yang panjangnya diperkirakan lebih dari 3 meter. Para peneliti percaya bahwa jejak kaki yang telah ada sekitar 110 juta-120 juta tahun lalu itu mungkin milik spesies baru bernama Crocodylomorph, yang merupakan nenek moyang buaya saat ini. (Daily Mail/Nur/X-11)
Tiga rahang, termasuk satu milik anak-anak, gigi, tulang belakang, dan tulang paha ditemukan di sebuah gua yang dikenal sebagai Grotte à Hominidés di Thomas Quarry di Casablanca, Maroko
Jurnal Nature, mengungkap temuan fosil manusia purba berusia sekitar 770 ribu tahun di Grotte à Hominidés, sebuah gua di wilayah barat daya Casablanca, Maroko.
Penemuan ini merupakan buah dari penantian panjang. Pada tahun 2009, para ilmuwan menemukan fosil kaki berusia 3,4 juta tahun dengan struktur jari yang dirancang untuk memanjat pohon.
Fosil legendaris Homo erectus atau yang dikenal luas sebagai Java Man kini telah resmi dipamerkan untuk publik di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.
Indonesia berhasil memulangkan lebih dari 28 ribu koleksi fosil yang sebelumnya dibawa keluar negeri pada masa awal penelitian arkeologi dilakukan.
Meski demikian, struktur pergelangan dan telapak tangannya masih mirip gorila, sehingga genggamannya kuat tetapi belum sepresisi manusia awal seperti Homo habilis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved