Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
ADA pemandangan yang khas di Kota Fuzhou, Provinsi Fujian, Tiongkok. Kita tidak akan menemukan kemacetan lalu lintas yang dipadati kendaraan roda empat layaknya di Jakarta. Anda justru akan langsung melihat serombongan orang yang lalu-lalang dengan menaiki sepeda listrik. Di sepanjang jalan Kota Fuzhou, Anda juga akan melihat deretan sepeda listrik terparkir di pinggir jalan. Mulai dari di depan pusat perbelanjaan, toko-toko, gedung pemerintah, hingga wilayah perkantoran. Seorang warga lokal Fuzhou, Chengang, 26, menjelaskan bahwa penggunaan sepeda listrik merupakan hal umum di kotanya. "Masyarakat Fuzhou menggunakan sepeda listrik karena lebih efisien dan fleksibel untuk beraktivitas. Terutama mereka tidak perlu mengeluarkan biaya untuk bahan bakar yang cukup mahal dan sekaligus lebih ramah lingkungan," terang Chengang yang juga karyawan dari CSCEC Strait Construction and Development Co Ltd di Fuzhou, Tiongkok, Kamis (12/5), seperti dilaporkan wartawan Media Indonesia, Dero Iqbal Mahendra.
Dirinya menjelaskan bahwa saat ini Fuzhou memang belum memiliki angkutan umum yang masif seperti MRT (mass rapid transportation) sebab masih dalam proses perencanaan pembangunan. Meski terdapat angkutan bus kota, masyarakat lebih memilih menggunakan sepeda listrik. "Mereka umumnya mengisi ulang daya sepeda mereka ketika di rumah dan juga setibanya mereka di kantor," jelas Chengang. Terkait dengan persoalan keamanan berkendara, Chen mengungkapkan bahwa hal tersebut tidak diatur dalam peraturan dan penggunaan atribut keselamatan seperti helm bergantung dari kesadaran pengendara. "Masyarakat di sini tidak terbiasa menggunakan helm dalam menggunakan sepeda listrik, jadi itu tergantung dari pribadi masing-masing," ujar Chengang.
Meski begitu, bukan berarti pemerintah tidak mengatur hal tersebut. Menurut Chen, 10 tahun lalu sempat terjadi kecelakaan antara pelajar yang menggunakan sepeda listrik dengan bus kota yang membuat pelajar itu kehilangan nyawanya. Steven, pegawai di pemerintahan daerah Provinsi Fujian menjelaskan bahwa dirinya juga menggunakan sepeda listrik untuk berangkat kerja dan aktivitasnya meski dirinya juga punya mobil di rumah. "Harganya sendiri hanya sekitar RMB700 (sekitar Rp1,5 juta), harga tersebut tergantung dari seberapa jauh jarak tempuh dari sepeda tersebut," terangnya. Di Indonesia, saat ini sepeda listrik baru mulai dikenal masyarakat. Namun, sepeda listrik belum populer karena tidak didukung infrastruktur jalur sepeda yang memadai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved